Sebulan 1.006 Perkara Perceraian Saat Masa Pandemi COVID-19

oleh -
Sebulan 1.006 perkara perceraian di kabupaten cirebon saat masa pandemi covid-19
Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon mencatat peningkatan kasus perceraian hingga menyentuh jumlah 1.006 perkara dalam sebulan saat masa pandemi COVID-19.

CIREBON, REDAKSI24.COM— Kasus perceraian di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada masa pandemi COVID-19 meningkat drastis hingga menyentuh jumlah 1.006 perkara dalam sebulan yang rata-rata dilatarbelakangi urusan ekonomi.

“Setelah ada pelonggaran pembatasan di bulan Juli kami mencatat warga yang berperkara sampai terkait perceraian mencapai 1.006 perkara dalam sebulan,”ujar Panitera Muda Permohonan Pengadilan Agama (PA) Sumber, Kabupaten Cirebon, Atikah Komariah, di Cirebon, Jumat.

Dijelaskan Atikah, pada awal masa pandemi COVID-19, PA Sumber sempat membatasi pendaftaran gugatan maupun permohonan demi mematuhi protokol kesehatan.

Menurutnya, pada Maret, April dan Juni pendaftaran perkara masih di kisaran 500 sampai 600 saja. Namun, lanjut Atikah, setelah adanya adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan juga mulai dibuka kembali pelayanan di PA Sumber Kabupaten Cirebon, maka jumlahnya  naik tajam.

BACA JUGA:Dampak Covid-19, Ribuan Perempuan Serang Menjadi Janda

“Untuk  bulan Agustus  menurun jadi 750 perkara,” tuturnya.

Kata Atikah, untuk kasus perceraian, 80 persen yang mengajukan merupakan pihak istri atau perempuan sedangkan sisanya dari suami.

Sedangkan untuk latar belakang perceraian yang paling mendominasi merupakan masalah ekonomi, apalagi pada masa pandemi. “Alasan rata-rata ekonomi, terutama pada masa pandemi COVID-19 dan ini juga berpengaruh,”tuturnya.

Atikah menambahkan PA Sumber Cirebon dalam setahun rata-rata menangani kasus gugatan maupun permohonan sebanyak 8.000 sampai 9.000 perkara.(Khaerul/Ant/Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.