Sebelum Gorok Diri, korban Sempat Kumpulkan Berkas Lamaran Kerja

  • Whatsapp
Petugas pasang garis polisi di rumah kakak korban.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Sebelum nekat bunuh diri, Mauladi (23) diketahui bersiap akan mencari pekerjaan. Dia bahkan sudah menyiapkan berkas lamaran pekerjaan tersebut berupa ijazah dan lainnya.

“Pagi-pagi dia udah ngebangunin saya, nanyain ijazah. Katanya mau ngelamar kerjaan. Berkasnya sudah siap, dia juga udah siap mau jalan. Tapi, saya tunda dulu karena motor dia mau saya pinjem buat beli gado-gado dan benerin sanyo,” kata kakak kandungnya, Febriana (35), Kamis (18/6/2020).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Febriana bercerita, setelah dipecat sebagai office boy atau petugas kebersihan di Apartemen Sky View seminggu yang lalu, Mauladi terlihat murung.

“Nah semalaman dia nggak enak badan, suhu badannya panas sambil nangis di ruang tengah. Saya temenin, saya bersihin air matanya. Mungkin dia kepikiran karena habis dipecat dari pekerjaannya,” tambah Febriana.

Ibu satu anak itu menerangkan, Mauladi  baru tinggal satu minggu di rumahnya di Kampung Buaran RT 01 RW 03, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Sebelumnya, dia tinggal di hunian fasilitas tempatnya bekerja.

“Tiga hari yang lalu dia sempet cerita sedikit sambil nunjukin surat pemecatannya. Dia bilang, dipecat gara-gara laporan kinerjanya jelek. Padahal dia ngaku kerjaannya full ga ada bolosnya. Saat lebaran Idul Fitri aja dia nggak pulang karena jagain unit,” terangnya sambil mengenang adik bungsunya itu.

Selain diduga frustasi akibat dipecat, Febriana tidak mengetahui permasalahan apa yang sedang dihadapi adiknya itu. Pasalnya, Mauladi merupakan sosok pemuda yang tertutup. 

“Ya namanya anak laki-laki nggak kayak perempuan ya yang banyak cerita. Ini dia diem aja, masalah dia dipecat juga ceritanya cuma sedikit. Makanya nggak nyangka kok kenapa malah akhirnya begini,” ungkap Febriana berkaca-kaca.

Diketahui, Mauladi nekat bunuh diri dengan memutus urat nadi di pergelangan tangan kiri dan menggorok lehernya. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Meski sempat dipergoki oleh Ido anak tiri Febriana, Mauladi justru mendang Ido dan tetap melanjutkan aksinya tersebut. Meski sejumlah warga sempat masuk dan akan menghentikan aksinya, tetapi Mauladi ditemukan tak bernyawa di kamarnya. 

Kini, peristiwa tersebut ditangani oleh Polsek Serpong. Sejumlah saksi pun sedang dalam proses dimintai keterangan. Sementara jenazah Mauladi, dibawa ke salah satu rumah sakit di Tangsel dan masih menunggu keluarga besarnya dari Sukabumi. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.