Sebar Ujaran Kebencian Saat Aksi 22 Mei, Dua Ojol Ditangkap Polisi

oleh -
TERTUNDUK : HW (32) dan DS (26) ditangkap karena dianggap telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kepada aparat TNI maupun Polri saat melakukan pengamanan aksi 22 Mei 2019.

JAKBAR,R24—Polisi unit Cyber Polres Metro Jakarta Barat kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebar ujaran kebencian melalui media sosial. Setelah sebelumnya menangkap oknum seorang pilot, kini anggota polisi besutan Kombes Pol Hengki Haryadi tersebut menangkap 2 pemuda yang berprofesi sebagai ojek online (Ojol).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH mengatakan, kedua pelaku tersebut yakni HW (32) dan DS (26) ditangkap karena dianggap telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama, ras dan antar golongan (SARA) dengan kata-kata yang tidak senonoh kepada aparat TNI maupun Polri saat melakukan pengamanan aksi 22 Mei 2019.

“Mereka ditangkap lantaran kedapatan memprovokasi dengan menyebutkan dan melemparkan kotoran manusia kepada aparat keamanan melalui media sosial baik melalui, Whatsapp, Instagram, maupun Facebook,” tegas Kapolres.

Hengki mengatakan kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda, satu pelaku ditangkap di kawasan Bekasi Jawa Barat dan satu Pelaku ditangkap di kawasan Jatinegara Jakarta Timur.

“Melalui Patroli dan penyelidikan oleh anggota Siber Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Oleh Kanit Krimsus Akp Rulian Syauri dan Kasubnit Cyber Iptu Rizky berhasil dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli siber terhadap orang- orang yang melakukan tindak pidana ITE, karena memang sangat mengkhawatirkan apakah ini sifatnya hoax atau memprofokasi. Pasalnya saat ini banyak kejadian-kejadian di lapangan semakin brutal akibat provokasi. Oleh sebab itu harus diberikan efek jera kepada para pelaku.

“Jarimu akan mengantarkanmu ke penjara jika tidak kamu pergunakan secara tepat,”tegasnya.
Dari penangkapan itu lanjut Hengki pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel, satu buah helm, dan satu buah jaket.

“Mereka kita jerat pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas UURI No 1 1 tahun 2008 tentang ITE,” tandasnya. (Markus/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *