Sebanyak 40 Pelaku IKM di Lebak Kantongi Sertifikat Halal

  • Whatsapp
Disperindag Lebak menyerahkan sertifikat halal kepada 40 unit IKM
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Banten, menyerahkan sertifikat halal bagi 40 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Rangkasbitung, belum lama ini

LEBAK, REDAKSI24.COM– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak menyerahkan sertifikat halal kepada 40 unit usaha industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah tersebut.

“Dengan sertifikasi halal diharapkan dapat meyakinkan konsumen bahwa produk IKM di daerah ini benar-benar menggunakan bahan baku halal,”ujar  Kepala Bidang Industri Disperindag Kabupaten Lebak, Saepudin, di Rangkasbitung, Jumat.

Bacaan Lainnya

Para pelaku IKM yang menerima sertifikat halal tersebut sebanyak 40 unit usaha. Mereka memproduksi aneka ragam produk makanan olahan, minuman, gula aren, sabun dan kosmetik.

Mereka juga mendapat pemasangan barkot dan perizinan industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan maupun BPOM serta masa kedaluarsa.

BACA JUGA:Bantu Bangkitkan Ekonomi Pelaku IKM Saat Pandemi, Masyarakat Lebak Diminta Beli Produk Lokal

Sertifikat halal diberikan setelah produk IKM di Lebak tersebut dilakukan uji laboratorium yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten.

“Produk IKM yang memiliki sertifikasi halal, dipasangi barkot, perizinan industri rumah tangga dan masa kedaluarsa ini dapat diterima di mini market setelah menjalin kerja sama dengan dua perusahaan ritel,” kata Sepudin menjelaskan.

Di wilayahnya, menurut dia, saat ini jumlah pelaku usaha tersebut yang sudah mengantongi sertifikat halal selama tiga tahun terakhir ini tercatat 120 unit usaha.

BACA JUGA:Hadapi Dampak Pandemi Covid-19, Kemenperin Kembali Gelar Diklat Bagi IKM di Banten

Guna mendorong berkembangnya sektor usaha tersebut, pemerintah setempat setiap tahun ini  mengalokasikan anggaran untuk membantu 40 unit usaha/tahun. ”Produk yang bersertifikat halal ini guna memastikan konsumen umat Muslim meragukan kehalalannya,”imbuh Saepudin.

Sejumlah pelaku IKM menilai sertifikat halal dari MUI Banten  itu bisa membantu pemasaran komoditas yang diproduksinya bisa grey ritel seperti mini market, supermarket atau swalayan besar  .

“Kami memproduksi keripik singkong,  itu bahan bakunya 100 persen menggunakan bahan baku halal,”ungkap Ani (55), pemilik produksi makanan olahan di Kecamatan Cikulur, Lebak.(Jay De Menes/ANTARA).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.