Sebanyak 25 Anak Terlantar Dirujuk Dinsos Lebak Untuk Dapatkan Pelatihan Keterampilan

oleh -
Dinsos Lebak, Dinsos Banten, Anak Terlantar, Pelatihan Keterampilan,
Ilustrasi.

LEBAK,REDAKSI24.COM– Sebanyak 25 anak terlantar dirujuk Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, untuk mendapatkan bimbingan sosial berupa pelatihan keterampilan oleh Dinsos Provinsi Banten . Diharapkan dengan pelatihan  keterampilan tersebut bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga akan lebih mandiri.

“Kami berharap melalui pelatihan keterampilan itu mereka bisa hidup mandiri di masyarakat juga memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Lebak, Agus Setiawan di Lebak, Kamis (8/4/2021).

Agus menjelaskan, pengajuan sebanyak 25 anak terlantar itu pada Dinas Sosial Provinsi Banten ini karena Pemerintah Kabupaten Lebak 2021 ini tidak memiliki anggaran untuk bimbingan sosial pelatihan keterampilan anak-anak terlantar. Namun, kata dia, pada 2019-2020 pemerintah daerah mengalokasikan sebanyak 25 anak jalanan untuk mengikuti pelatihan keterampilan pangkas rambut.

Pelatihan keterampilan tersebut agar mereka memiliki keahlian dan kecakapan hidup, sehingga bisa mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

BACA JUGA: Banten Siapkan Bansos Rp56,46 Miliar untuk Dampak Covid-19 Tahun Ini

Sebab, kata dia, jika tidak dibina pada pelatihan keterampilan dikhawatirkan masa depan mereka menjadikan beban sosial bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.

Pelatihan keterampilan itu di antaranya pertukangan, pangkas rambut, salon, menjahit dan perbengkelan.

“Kita perlu menyelamatkan anak-anak terlantar agar mereka memiliki masa depan yang baik melalui keterampilan itu,” katanya menjelaskan.

BACA JUGA:Irjen Kemensos dan JAM Intel  Kejagung Periksa Pejabat Dinsos dan BPNT Lebak

Menurut dia, selama ini, populasi anak terlantar di Kabupaten Lebak sejak lima tahun terakhir jumlahnya cukup banyak dan mereka tersebar di perempatan jalan, pasar, terminal dan tempat umum lainnya.

Perilaku anak terlantar tersebut, bahkan kini sudah mengganggu ketertiban umum, seperti “manusia silver” yang berada di perempatan-perempatan sudut jalan raya.

Mereka para anak terlantar itu meminta belas kasihan kepada pengendara, sehingga mengganggu ketertiban umum.

“Kami minta Satpol PP setempat dapat menertibkan anak-anak terlantar yang kebanyakan putus sekolah dengan usia antara tujuh sampai 18 tahun dapat dilibatkan pelatihan keterampilan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Maman (15) warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya kini sangat terbantu adanya bimbingan sosial pelatihan keterampilan yang dilaksanakan Dinas Sosial setempat, sehingga memiliki pekerjaan sendiri sebagai pemangkas rambut keliling.

“Kami awalnya anak terlantar dan memperoleh pelatihan keterampilan dan kini sudah bisa mencari uang sendiri juga tidak kembali hidup di jalanan,” katanya. (Mansyur/Ant/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.