Sebanyak 21 Lokasi Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Mardigrass Citra Raya Disegel

  • Whatsapp
Prostitusi online Mardigrass Citra Raya
Mardigrass Citra Raya

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Bisnis esek-esek secara online di kawasan Ruko Mardigrass Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten kian marak. 

Jasa layanan seksual itu dijalankan oleh para pekerja seks komersial (psk) yang berpura-pura menjadi terapis di tempat pijat refleksi melalui aplikasi MiChat

Bacaan Lainnya

Menyikapi isu prostitusi online ini, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Santosa, mengaku belum lama ini pihaknya sudah menyegel 21 tempat pijat refleksi dan salon di kawasan Ruko Mardigrass Citra Raya, yang ditenggarai menjadi lokus terjadinya bisnis prostitusi online. 

“Sudah disegel semua secara permanen karena tidak memiliki perizinan dan wanita-wanitanya dikirim ke panti sosial di Jayanti,” kata Bambang, kepada Redaksi24.com, Kamis (18/6/2020). 

Bambang melanjutkan, puluhan tempat pijat refleksi dan salon yang disegel tersebut bukan hanya karena dalam masa PSBB saja, tetapi juga berkaitan dengan penyakit masyarakat yang juga bertentangan dengan Perda 20 Tahun 2004, tentang trantibum. 

Meski demikian, ia enggan menyebutkan nama-nama panti pijat yang diisukan menjadi tempat praktik prostitusi online tersebut. Ia hanya menegaskan 21 pijat refleksi spa dan salon itu semuanya berada di kawasan Mardigrass Citra Raya. 

“Ada 21 panti pijat spa serta salon yang diberhentikan operasionalnya kalau nama-namanya saya tidak ingat tapi semuanya di Mardigrass, memang banyak di situ,” Tuturnya 

Bambang menjelaskan, selain secara lembaga tak memiliki izin resmi sesuai ketentuan perizinan dan Perda di Kabupaten Tangerang, para terapis yang bekerja di tempat-tempat panti pijat itu juga diketahui tak memiliki sertifikat maupun pengalaman keahlian memijat. 

Sehingga, lanjut Bambang, tentang adanya praktik prostitusi online yang berkedok panti pijat ini benar adanya. “Asumsinya begini, karena para terapisnya tidak profesional mijitnya jadi bisa kemana-mana,” selorohnya 

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani meminta para pengelola bisnis esek-esek tersebut bisa diberikan sanksi tegas sebagai bentuk penegakan hukum serta dalam rangka melindungi masyarakat dari dampak buruk adanya kegiatan prostitusi. 

“Harus segera ada tindakan bagi para pelaku bisnis prostitusi online ini setelah diungkap harus ada langkah-langkah hukum juga,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.