Sebanyak 19 Ribu Lebih Warga Tangsel Terancam Kehilangan Hak Pilihnya di Pilkada 2020

  • Whatsapp
Ktp el
Ilustrasi: KTP el.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Penyelenggaraan Pemiluhan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kini tinggal 87 hari lagi menuju pelaksanaan pada 9 Desember mendatang.

Tetapi, masih ada 19 ribu lebih masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Hal itu, mengancam hak pilih dalam Pilkada lantaran syarat wajibnya harus memiliki KTP-el.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel Dedi Budiawan mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki update 13 September 2020 itu tercatat ada 19.153 tidak memiliki KTP-el dari jumlah wajib KTP-el 1.003.182.

Dedi menerangkan, masih banyaknya warga Tangsel yang tidak memiliki identitas kependudukan itu disebabkan banyak faktor. “Banyak faktor. Misalnya, sudah pindah tapi tidak lapor ke pihak terkait, belum rekaman KTP-el karena sedang kerja di daerah yang jauh, ada juga lansia meskipun persentasinya sedikit dan remaja yang akan atau pun sudah 17 tahun tapi belum melakukan perekaman,” katanya, Senin (14/9/2020).

BACA JUGA: Jelang Pilkada Tangsel, Pelanggaran Pemasangan Atribut Balon Marak

Dedi mengaku, pihaknya sudah memberikan surat kepada masyarakat yang belum memiliki KTP-el agar segera melakukan perekeman di kantor kecamatan atau pun kantor Disdukcapil.

“Kami sudah keluarkan surat edaran kepada masyarakat secara berantai melalui RT, RW. Nah kan RT, RW punya grup komunikasi warganya, harusnya tinggal share surat tersebut. Jadi informasinya bisa sampai ke semua warga,” terangnya.

Untuk menjaring para milenial, pihaknya kini jemput bola dengan bekerjasama dengan sekolah dan kampus untuk mengajak milenial yang sudah berusia 17 tahun segera melakukan perekaman.

“Selain itu, untuk persiapan Pilkada 2020 para siswa yang usianya akan 17 tahun pada 9 Desember mendatang dapat segera melakukan perekaman KTP-el di setiap kantor kecamatan,” papar Dedi.

BACA JUGA: Bawaslu RI Sebut Pelaksanaan Pilkada Tangsel di Tengah Covid-19 Berpeluang Besar Terjadinya Politik Uang

Setiap kecamatan, lanjut Dedi, diberikan kuota 100 orang untuk melakukan perekaman. Syaratnya cukup mudah hanya membawa fotokopi kartu keluarga. “Jadi kalau perekamannya dari sekarang, nanti saat genap 17 tahun di 9 Desember KTP-el sudah jadi dan bisa dipakai persyaratan memilih,” pungkasnya.

Dedi mengklaim, program perekaman untuk pemilih pemula itu untuk menepis tudingan bahwa pihaknya memiliki kepentingan politik memihak ke satu calon kepala daerah meraup suara pemilih.

“Program untuk pemilih pemula ini justru untuk menepis tudingan itu. Mereka yang belum memiliki KTP-el didorong harus melakukan perekaman dari sekarang, sehingga nanti bisa memilih. Jadi bukan tiba-tiba KTP-el nya mendadak sudah jadi di hari pemilihan padahal belum melakukan perekaman,” tegasnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.