Sebanyak 17.608 Siswa SMP di Tangsel Lulus 100 Persen

  • Whatsapp
Ilustrasi lulusan siswa SMP di Tangsel.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Jumlah lulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diklaim mencapai 100 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono. “Ujian sekarang mah lulus semua, jadi jumlah yang lulus pun diperkirakan mencapai 100 persen,” katanya melalui WhatsApp, Rabu (10/6/2020).

Bacaan Lainnya

Taryono menerangkan, pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMP tersebut dilakukan serentak pada 5 Juni 2020 lalu. Sementara total SMP yang ada di Tangsel mencapai 179 terbagi 22 SMP Negeri dan 157 SMP Swasta dengan jumlah total siswa yang lulus sekira 17.608 siswa. “Persentasi kelulusannya engggak jauh berbeda dari tahun kemarin, tapi tahun ini lulus semua,” singkatnya.

Sementara soal tahun ajaran baru tingkat SMP, akan dimulai pada 13 Juli 2020 sesuai kalender akademik yang telah ditentukan. “Awal ajaran tahun baru 13 Juli sesuai kalender akademik. Soal pembelajarannya, nanti akan disesuaikan dengan situasi pandemi. Bisa jarak jauh dengan sistem learning from home atau tatap muka langsung jika sudah tidak pandemi,”

Kepala SMPN 4 Tangerang Selatan Joko Santosa mengaku, siswanya lulus 100 persen. Yakni 277 siswa kelas IX yang terbavi sembilan rombongan belajar dengan 32 siswa per rombelnya.

Salah satu faktor kelulusan mencapai 100 persen karena ujian akhir sekolah yang longgar melalui daring akibat adanya pandemi covid-19 sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud).

“Bahwa syarat mutlak kelulusan berdasarkan nilai raport semester 1-5. Sedangkan ujian di masa pandemi hanya suplemennya saja. secara keseluruhan, dari nilai raport 1-5 sudah sangat memenuhi syarat lulus dan ini sangat bijak. Kali ini memang longgar, mudah dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Joko melalui telepon, Rabu (10/6/2020).

Dia berharap, syarat kelulusan yang menitik beratkan pada nilai semester 1-5 itu, diterapkan lagi ditahun berikutnya karena dinilai lebih tepat berdasarkan hasil proses belajar selama lima semester. “Karena yang dilihat proses pembelajaran yang panjang bukan dadakan saat ujian. Tidak hanya ditentukan ujian beberapa hari di ruangan,” tutupnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.