Sebagian Besar Kades di Pandeglang Tak Ikut Bimtek ke Bali

  • Whatsapp
ilustrasi

REDAKSI24.COM – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Bali rupanya tidak diikuti sebagian besar para kepala desa (Kades)  di Kabupaten Pandeglang, Banten. Banyak Kades yang lebih memilih fokus pada kegiatan di desanya masing-masing.

Dari informasi yang dihimpun, Kades yang berangkat ke Pulau Dewata untuk mengikuti Bimtek jika diprosentasekan hanya 35 persen. Artinya dari 326 desa se Pandeglang, hanya 134 Kades yang mengikuti Bimtek ke Bali.

Bacaan Lainnya

Dengan begitu sebagian besar Kades tidak ikut. Mereka yang ikut, sesuai jadwal berangkat ke Pulau Bali pada Senin (2/9/2019) dini hari. Anggaran yang digunakan untuk mengikuti Bimtek ke Bali, diambil dari Anggaran Dana Desa (ADD) dengan besaran anggaran sekitar Rp10 jutaan per desa.

Dihubingi melalui telpon selulernya, salah seorang Kades di Kecamatan Sukaresmi, Tubagus Husen  mengaku, tidak ikut ke Bali. Dia mengaku tidak menganggarkan dana Bimtek pada ADD tahap II tahun ini.

“Saya tidak ikut. Karena tidak menganggarkan, pengajuanya sudah dilakukan lebih dulu,” ungkapnya, Senin (2/9/2019).

BACA JUGA:

. Disesalkan, Bimtek Kades se – Pandeglang ke Bali

. Kades se Pandeglang Bakal Jalani Bimtek di Bali

Husen mengaku, tidak hanya dia yang tidak ikut Bimtek ke Bali. Menurut dia, hampir semua Kades di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang yang tidak mengikuti Bimtek di Bali. “Alasannya tidak menganggarkan untuk Bimtek di ADD tahap II,” ulangnya.

Saat ditanya, apakah nantinya tidak ada masalah dengan tidak mengalokasi anggaran kegiatan Bimtek. Husen mengaku tidak, karena usulannya sudah lewat. Kecuali, kata dia,  jika alokasinya pada perubahan anggaran, baru bisa mengajukan.

“Bimtek memang penting, karena menambah wawasan. Namun karena kami tidak menganggarkan biayanya, jadi kami tidak ikut,” ujarnya.

Selain Kades di Kecamatan Sukaresmi, seorang Kades di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Rismawan juga mengaku tidak ikut ke Bali. Mengingat banyaknya program pembangunan yang dilakukan di desanya.

“Tidak ikut ke Bali, banyak kegiatan di desa. Kami ingin fokus menyelesaikan program pembangunan desa. Paling nanti tahap kedua saja,” ujarnya.(Samsul/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.