Sebagai Duta Anti Narkoba Pinke Ingin Jadi Motivator Generasi Z Untuk Berprestasi

oleh -
Ladyva Pinke Andrea.

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Lama tinggal di luar negeri tak membuat Ladyva Pinke Andrea (17) lupa akan tanah kelahirannya. Bahkan gadis cantik tersebut kini terpilih  sebagai Duta Anti Narkoba Kota Tangerang 2021 dengan predikat “Berbakat” dan “Termuda”. 

Remaja yang akrab disapa Pinke tersebut mengatakan, awalnya ia tidak percaya bisa terpilih sebagai duta anti narkoba, Karena saat mendaftarkan, selain masih terlalu belia juga banyak diantara mereka yang daftar lebih dewasa dan punya pengalaman.

“Aku nggak nyangka banget bisa ikut (Ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba 2021). Karena waktu itu, usia masih 16 tahun, sedangkan persyaratannya harus 17 tahun. Tapi, ternyata setelah dikonfirmasi dibolehin ikut,” kata Pinke. 

Keinginan untuk mengikuti ajang tersebut, lanjut dia, bermula karena ketertarikannya saat melihat para duta anti narkoba melakukan sosialisasi ke sekolahnya. “Pengen nyoba. Akhirnya nanya-nanya gimana cara daftar dan minta izin dari my mom and dad juga,” ungkap Pinke. 

BACA JUGA: Ita Khoerunnisa Ajak Pelajar Siapkan Diri Kejar Beasiswa

Remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) itu juga mengaku beruntung karena dapat dukungan penuh dari keluarga, terutama orang tuanya. “Kegiatan aku sekarang banyak, dan ngerasa bersyukur dapat dukungan,” ujarnya. 

Lebih jauh Pinke mengatakan, dirinya berkeinginan untuk memotivasi dan menjadi panutan untuk anak-anak seusia dirinya. Jangan sampai mereka terjerembab ke hal-hal yang negatif, terutama ancaman narkoba. Oleh karena itu, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi contoh yang baik.

BACA JUGA: 40 Pelajar Didorong Jadi Duta Keselamatan Berkendara

“Aku ingin memberikan contoh atau motivasi kepada temen-temen di generasi Z, karenanya aku harus lakuin yang terbaik,  kaya ikut program sosialisasi ke sekolah-sekolah  SMA dengan menanam pohon bersama TNI,” tutur Pinke. 

Berbagai macam kegiatan dari mulai sosialisasi, penanaman pohon hingga mengajar bahasa inggris ia lakukan. Bahkan, tak cukup sampai disitu remaja kelahiran 2003 ini juga sudah mengenalkan kebudayaan Indonesia ke Masyarakat Timur Tengah melalui tarian-tarian tradisional. 

BACA JUGA: Guru Lebak Terpilih Jadi Duta Rumah Belajar Kemendikbud

“Dulu, waktu masih tinggal di Kingdom of Bahrain (Manama), aku sempat ikut berbagai kegiatan di kedutaan, itu sama perkumpulan anak-anak Indonesia yang ada di Bahrain. Salah satunya tari, ada tari saman, kecak dan banyak lagi. Karena, menurut aku dari tarian tradisional ini aku bisa kenalin ‘Ini loh budaya Indonesia’,” papar remaja SMA tersebut pada Redaksi24.com. 

Ia juga mengatakan, timbul rasa bangga pada dirinya karena telah mengenalkan budaya tradisional Indonesia pada masyarakat disana. “Awalnya sempet ngerasa cape. Tapi, makin kesini capenya ilang terus ada rasa bangga, karena yang begini kan nggak mungkin keulang kedua kalinya. Terus sampai sekarang aku selalu tanamkan di diri aku kalau nggak harus jadi dewasa dulu untuk bisa melakukan hal-hal besar,” ungkap remaja berusia 17 tahun itu.

Remaja yang tinggal di Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten ini juga memiliki hobby membuat kue. Bahkan dari inovasinya membuat kue itu, ia juga memperoleh penghasilan yang lumayan.

Inspirasi tersebut diperoleh ketika ia tinggal bersama orang tuanya pada tahun 2008 lalu di Kingdom of Bahrain (Manama). “Dulu my mom sering dapat pesanan untuk acara kedutaan, arisan atau pengajian, waktu itu masih di kingdom of bahrain,” kata gadis yang akrab disapa Pinke itu. 

Lalu, ketika Pinke beranjak Sekolah Menengah Atas (SMA), karena memasuki awal pandemi, ia pun meminta izin untuk meneruskan bisnis turun temurun tersebut, “Awalnya bosen juga  nggak ada kegiatan. Terus aku  izin sama my mom untuk belajar baking dan didukung,” cerita Pinke. 

Seiring dengan  itu, lanjut Pinkie yang juga sebagai relawan pengajar bahasa inggris di sebuah yayasan di Tangerang tersebut, kue-kue buatannya itu ia beri merek dan logo sendiri agar menarik perhatian masyarakat atau konsumen.

“Puji syukur, Konsep dari bisnis ini ‘buat kue enak dengan harga terjangkau’ mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga hasilnya cukup lumayan ” ungkap dia.

Pinke menuturkan, produk kue yang paling banyak diminati pelanggannya adalah Milky Cheese Choux yang dibandrol dengan harga Rp3.000 per buah. “Saat ini aku baru layani pembelian pre order aja, 1 paket isi 10, belum bisa banyak-banyak karena selain bikin sendiri, sekolah juga sudah mulai masuk,” kata Pinkie (RM2/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.