SDN Peusar Tigaraksa Kabupaten Tangerang Nekat Gelar PTM

oleh -
SDN Peusar Tigaraksa Kabupaten Tangerang Nekat Gelar PTM dindik kabupaten tangerang
Kepala SDN Peusar Kecamatan Tigaraksa, Jajang mengatakan, PTM secara terbatas di sekolah yang dipimpinnya ini sudah berlangsung selama seminggu.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Meski belum ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Banten, namun SDN Peusar Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) kepada murid-muridnya.

Kepala SDN Peusar Kecamatan Tigaraksa, Jajang mengatakan, PTM secara terbatas di sekolah yang dipimpinnya ini sudah berlangsung selama seminggu. Jajang mengakui PTM untuk SDN Peusar belum mendapatkan izin atau rekomendasi resmi dari Dindik.

Namun begitu, kata dia, PTM di sekolahnya dilakukan karena mendapatkan dukungan mayoritas dari para wali murid.

“Sekitar 90 persen wali murid yang meminta PTM, jadi kami mempertimbangkan dengan jumlah siswa yang dibatasi, hanya 20 siswa per kelas,” ungkap Jajang saat ditemui di lokasi, Selasa (14/9/2021).

BACA JUGA: 8 SMP di Kecamatan Solear Belum Bisa Gelar PTM

Selain permintaan dari wali murid, menurut Jajang, pihaknya menggelar PTM juga dengan mempertimbangkan mutu dan kualitas peserta didik.

“Kalau nggak seperti ini, gimana dengan ilmu anak-anak didik, saatnya ujian mereka nggak bisa apa-apa, sementara untuk belajar secara online banyak kendala yang mereka hadapi, seperti paket data, handphone nggak memadai, laptop nggak punya, jaringan susah, itu semua kendala mereka, sementara fasilitas di sekolah seperti komputer juga terbatas,” ujarnya.

Jajang berharap agar secepatnya PTM bisa dilaksanakan mengingat kualitas anak didik menjadi prioritas.

“PTM terbatas ini dibagi 2 shift dan paling lama 2 jam dalam satu kali pertemuan,” jelasnya.

Badriah, salah satu orang tua murid SDN Peusar mengaku mendukung dan menyetujui untuk digelar PTM di sekolah tersebut. Menurutnya, dia setuju digelar PTM dengan menandatangani surat keterangan persetujuan yang diberikan sekolah.

“Kami setuju PTM, di rumah anak-anak susah belajarnya, main game aja, belajar online juga susah, intinya kebanyakan main nggak jelas,” imbuh Badriah.

Pantauan di lokasi, banyak murid SDN Peusar, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, mengabaikan protokol kesehatan (Prokes), salah satunya dengan tidak menjaga jarak.

Sementara itu, Kepala Dindik Kabupaten Tangerang, Saifulloh menyatakan akan memberikan teguran kepada pihak sekolah, karena belum ada anjuran untuk melaksanakan kegiatan PTM.

“Akan kami komfirmasi dengan sekolah tersebut dan akan kami segera tegur,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.