Satu Tersangka Pemerkosa Gadis Dibawah Umur di Tangsel Ditangkap di Sumedang

  • Whatsapp
Kepala Polsek Pagedangan, AKP Efri berikan keterangan pers.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Satu orang pelaku pencekokan dan pemerkosaan gadis dibawah umum (OR,16) kembali  ditangkap. Pelaku yang berinisial D ditangkap petugas di Sumedang, Jawa Barat, Senin (22/6/2020).

Kepala Polsek Pagedangan, AKP Efri membenarkan perihal penangkapan itu. “Iya, kemarin ditangkap di Sumedang,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (23/6/2020).

Bacaan Lainnya

Efri menuturkan, pelaku ditangkap setelah kabur selama dua pekan  di rumah saudaranya di Sumedang. “Infonya memang ada saudaranya di Sumedang. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan,” tuturnya.

Tertangkapnya D, menyusul enam pelaku lainnya yang lebih dulu tertangkap dan mendekam di penjara. Yakni, Fikri, Sudirman, Denis, Anjayeni, Diki, dan S. Pelaku D diketahui berusia 26 tahun dan memiliki anak satu dengan status duda. Sementara, satu orang tersangka lainnya, R masih dalam pencarian.

Menurut Efri, pihaknya sudah meminta kepada keluarga tersangka untuk bersikap kooperatif. Jika tidak, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas.

Kini, pihaknya juga melakukan rekonstruksi adegan untuk mengetahui aksi yang dilakukan para tersangka terhadap korban OR. Rekonstruksi dilakukan selama dua kali pada Senin – Selasa (22-23/6/2020). Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil otopsi dari tim forensik RS Kramat Jati Mabes Polri untuk mengetahui penyebab kematian OR.

Sebelumnya diberitakan Redaksi24.com, peristiwa pemerkosaan tersebut dialami OR dua kali. Peristiwa pertama terjadi pada 10 April 2020, pemerkosaan terhadap OR dilakukan secara bergilir oleh 8 orang yang merupakan warga satu kampung di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. 

Peristiwa kedua, terjadi pada 18 April 2020 di tempat yang sama. OR dicekoki tiga butir pil hexymer. Akibatnya, selain trauma kondisi kesehatannya pun menurun dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

OR kemudian meninggal pada Kamis (11/6/2020) lantaran kondisinya semakin memburuk. OR mengeluhkan sesak nafas dan bagian dadanya terasa panas. Makam OR kemudian dibongkar oleh Polsek Pagedangan untuk dilakukan otopsi bersama tim forensik RS Kramat Jati Mabes Polri pada Rabu (17/6/2020).

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharam Wibisono mengatakan, hasil sementara dari pembongkaran makam OR ditemukan bekas persetubuhan pada tubuh korban.

“Sementara kita baru menemukan adanya bekas persetubuhan. Saat ini kita masih menunggu hasil forensik yang akan keluar hasilnya 14 hari setelah pengambilan sampel,” ungkapnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.