Satu Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Saketi Pandeglang Ditutup

  • Whatsapp
positif covid-19
Pegawai Puskesmas Saketi, Pandeglang menginformasikan penutupan puskesmas akibat covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Puskesmas Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, menghentikan sementara pelayanan kesehatan menyusul adanya satu tenaga kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif covid-19. Nakes itu dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil tes swab massal beberapa waktu lalu.

Penutupan pelayanan kesehatan di Puskesmas Saketi dilakukan sejak tanggal 28 September hingga 1 Oktober 2020 nanti. Dengan tujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 lebih luas lagi di klaster Puskesmas tersebut.

Bacaan Lainnya

Informasi penutupan pelayanan kesehatan itu diketahui dari spanduk yang terpasang di pintu gerbang Puskesmas Saketi, bertuliskan; UPT Puskesmas TDP Saketi untuk sementara ditutup, dari tanggal 28 sampai dengan 30 September 2020. Pelayanan baik gawat darurat, rawat jalan, rawat inap dan persalinan dialihkan ke Puskesmas terdekat

Kepala Puskesmas Saketi, Oman Firmansyah mengakui, pihaknya telah menutup sementara kegiatan Puskesmas. Langkah tersebut diambil untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 setelah salah satu pegawainya dinyatakan positif Covid-19.

“Penutupan sampai 1 Oktober nanti. Kalau yang tertulis di spanduk itu kesalahan cetak. Alasan penutupan karena seluruh ruangan Puskesmas akan disterilisasi terlebih dahulu,” ungkap Oman melalui sambungan telepon, Selasa (29/9/2020).

BACA JUGA: Pilkada Pandeglang, Dana Awal Kampanye Paslon 01 Rp5 Juta dan Paslon 02 Rp1 Juta

Dikatakannya, adanya salah satu tenaga kesehatan yang dinyatakan terkonfirmasi covid-19, hasil dari pemeriksaan tes swab yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dari seluruh petgawai yang di tes swab, satu diantaranya dinyatakan positif covid-19.

“Tapi kondisinya masuk sebagai OTG (orang tanpa gejala),” katanya.

Menurutnya, penutupan itu sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang. Sebab untuk mencegah penyebaran covid-19 agar tidak semakin meluas lagi, karenanya semua ruangan di Puskesmas disterilisasi.

“Untuk memutus penyebaran covid-19 kami lakukan sterilisasi dan ozonisasi, ozonisasi itu ada alat yang bisa menyeterilkan waktunya cukup lama, karena ruangannya cukup banyak dan harus dilakukan pembersihan secara maksimal,” ujarnya.

Lanjut Oman, tindaklanjut pasca adanya tenaga kesehatan yang teekonfirmasi covid-19 itu, selain melakukan sterilisasi di gedung Puskesmas dan kediaman OTG, tim gugus tugas juga akan melakukan tracking di sekitar tempat tinggal OTG tersebut.

“Tindakan selanjutnya kami melakukan tracking terhadap keluarga OTG (positif covid-19) dan melakukan penyemprotan di kediaman yang bersangkutan,” tuturnya.

Saat ditanya bagaimana kondisi petugas kesehatan yang dinyatakan positif covid-19 itu, Oman mengaku yang bersangkutan bersama anggota keluarganya sedang menjalani isolasi mandiri. Namun ia memastikan, semua pegawai Puskesmas Saketi sudah dilakukan tes swab.

Sementara itu,  Gugus Tugas Penanggulangan covid-19 Pandeglang menginformasikan, jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 116 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 77 orang selesai dirawat, 34 orang masih menjalani isolasi atau dirawat dan 5 orang meninggal dunia. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.