Satu Bapaslon Jalur Perseorangan Mundur dari Pilkada Pandeglang 2020

  • Whatsapp
pilkada pandeglang 2020
KPU Pandeglang menggelar pleno hasil verifikasi faktual Bapaslon jalur perseorangan.

PADEGGLANG, REDAKSI4.COM – KPU Pandeglang telah melakukan pleno rekapitulasi data dukungan bagi Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang untuk Pilkada Pandeglang 2020 dari jalur perseorangan. Dari hasil pleno tersebut, satu Bapaslon mengundurkan diri dan tidak melanjutkan tahapan selanjutnya, yakni perbaikan data dukungan.

Seperti yang disampaikan Nurjanah, petugas penghubung Bapaslon Mulyadhi-Subhan, yang memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi dalam tahapan perbaikan kekurangan data dukungan. Artinya Bapaslon tersebut memutyuskan untuk tidak maju dalam Pilkada Pandeglang 2020 melalui jalur perseorangan.

Bacaan Lainnya

“Bapaslon kami telah memberikan mandat atau kuasa untuk mencabut atau tidak melanjutkan kepada tahapan berikutanya, dalam bursa Pilkada dari jalur perseorangan,” ungkap Nurjanah usai mengikuti pleno hasil Verfak data dukungan jalur perseorangan yang dilakukan KPU Pandeglang, di Gedung PKPRI Pandeglang, Selasa (21/7/2020).

Asalan Bapaslon Mulyadhi – Subhan membatalkan bursa Pilkada dari jalur perseorangan, lanjut Nurjanah, karena banyaknya data dukungan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada hasil pleno KPU Pandeglang. Selain itu, kurang maksimalnya data dukungan dari hasil verifikasi.

“Kami bukan tidak sanggup untuk melakukan perbaikan data dukungan yang TMS itu. Tapi yang jelas kami memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi tahapan pencalonan dari jalur perseorangan,” katanya.

BACA JUGA: Bawaslu RI Sebut Pilkada Pandeglang Rawan Mobilisasi ASN

Pihaknya juga mengaku, memahami jika sensus untuk perbaikan data dukungan itu tidak mudah, bahkan harus mempunyai petugas penghubung hingga tingkat desa. Meski sebesar 80 persen hal itu terpenuhi, tapi hasilnya masih banyak yang TMS.

“Dari pada kami harus memperbaiki dan mengulang lagi dalam jangka waktu tiga hari, lebih baik kami stop, tidak melanjutkan perbaikan data dukungan yang TMS itu,” ujarnya.

Saat ditanya apakah akan pindah melalui jalur partai politik (Parpol) untuk maju di Pilkada Pandeglang, Nurjanah tidak mamu memberikan penjelasan. Namun yang jelas, kata dia, ketika melihat aturan itu, bisa saja Bapaslon Mulyadhi-Subhan berangkat dari Parpol.

“Kalau soal melalui Parpol lihat nanti endingnya seperti apa. Yang penting Pak Mulyadhi jadi bupati,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, dari hasil pleno data dukungan dari kedua Bapaslon yang Memenuhi Syarat (MS) semuanya tidak ada yang memenuhi batas minimal. Rata-rata data dukungan yang MS dari kedua Bapaslon dibawah 69,808 ribu.

Kata Sujai, data dukungan dari Bapaslo Mulyadhi-Subhan jumlah data yang MS sebanyak 56.678 dan jumlah data yang TMS sebanyak 13.129 dengan jumlah perbaikan data dukungan sebanyak 26.258.

“Adapun untuk Bapaslon Krisyanto-Hendra Pranova data dukungan yang MS sebanyak 36.723 dan TMS sebanyak 33.085. Dengan jumlah perbaikan sebanyak 66.170,” ujarnya.

BACA JUGA: KPU Pandeglang Masih Batasi Kegiatan Sosialisasi Pilkada Secara Tatap Muka

Sujai mengakui ada Bapaslon yang mundur dan tidak ikut melanjutkan perbaikan data dukungan pada saat ditetapkan hasil pleno, tim penghubung dari Bapaslon Mulyadhi-Subhan menyampaikan tidak akan melanjutkan proses selanjutnya, yaitu tidak akan melakukan dan menyampaikan data perbaikan.

“Pernyataan dari Bapaslon Mukyadhi-Subhan untuk tidak melanjutkan lagi dari jalur perseorangan, selain disampaikan secara langsung, juga melakui surat resmi. Namun kalau Bapaslon Krisyanto-Hendra rencananya akan melakukan perbaikan data dukungan yang TMS itu,” tuturnya.

Ditambahkannya, untuk perbaikan data dukungan yang harus dilakukan Bapaslon dari jalur perseorangan itu, dua kali kipat dari data TMS dan waktu perbaikan selama tiga hari. “Bapaslon Krisyanto-Hendra Pranova harus menyampaikan perbaikan nanti sebanyak 66.170 data dukungan. Karena data TMS dari hasil rekapitulasi sebanyak 33.085,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.