Satreskrim Polresta Tangerang Ringkus 28 Anggota Geng Motor, Amankan 1 Buah Bom Molotov Yang Gagal Diledakan

oleh -
Satreskrim Polresta Tangerang Ringkus 28 Anggota Geng Motor, Amankan 1 Buah Bom Molotov Yang Gagal Diledakan

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM- Jajaran Satreskrim Polresta tangerang mengamankan 28 anggota geng motor. Para anggota motor yang tergabung dalam 3 kelompok tersebut yakni Warmud, Saung Sans, All Star Milenus 84, diamankan Satreskrim Polresta Tangerang dalam operasi cipta kondisi, Senin (10/1/2022).

Para pelaku diamankan di beberapa wilayah Kecamatan Panongan, Kecamatan Cikupa dan Kecamatan Balaraja, dengan berbagai barang bukti senjata tajam dan bom molotov.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengatakan, dalam operasi cipta kondisi pada 8 Januari 2022 sekira pukul 21:00 WIB pihaknya berhasil mengamankan 28 para pelaku aksi geng motor dengan membawa senjata tajam (sajam) yang meresahkan masyarakat di wilayah Polresta Tangerang.

BACA JUGA: Jual Kasur Inoac Palsu, Pasutri Ditangkap Petugas Polresta Tangerang

Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan didapati puluhan celurit dari plat yang sudah dimodifikasi, satu buah golok, 7 unit kendaraan roda dua, serta satu botol bom molotov yang disimpan untuk diledakan saat terjadi bentrokan.

“Alhamdulillah, berhasil kita gagalkan dan amankan geng motor yang bergerombol dengan membawa golok dan celurit,” kata Zain saat konferensi persnya di halaman Polresta Tangerang, Senin (10/1/2022).

BACA JUGA: Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang Siaga Geng Motor di Solear

Dikatakan Zain, saat dilakukan penangkapan, didapati 12 orang anak dibawah umur dan 2 orang berhasil melarikan diri, namun saat ini 16 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolresta Tangerang.

“Dua orang kita tetapkan sebagai DPO dan sedang dilakukan pengejaran,” ujarnya.

BACA JUGA: Tersangka Pemerkosa ABG di Cikupa Dibekuk Petugas Polresta Tangerang di Riau

Lanjutnya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, para tersangka yang menyimpan senjata tajam dijerat Pasal 2 Undang-undang darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, sedangkan terhadap tersangka yang menyimpan bom molotov dikenakan Pasal 187 BIS Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), ancaman pidana 8 tahun penjara.

“Masing-masing tersangka dijerat 8 dan 10 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (Ade/Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.