Satpol PP Yang Aniaya Pasutri Saat Pelaksanaan PPKM Mikro di Gowa Dicopot Dari Jabatannya

oleh -
Sagpol PP kabupaten Gowa aniaya Pasutri saat pelaksanaan PPKM Mikro.

GOWA, REDAKSI24.COM- Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Mardhani Hamdan dicopot dari jabatannya karena telah melakukan penganiayaan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) pemilik warung Kopi di Panciro, Kecamatan Banjeng, Kabupaten Gowa saat pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro beberapa waktu lalu.

“Setelah melalui pemeriksaan maraton oleh Inspektorat, berdasarkan hasil pemeriksaan yang bersangkutan telah melanggar kedisiplinan ASN. Atas dasar itu, hari ini, Sabtu (17/7) yang bersangkutan saya copot dari jabatannya,” kata Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, Sabtu (17/7/2021).

Tindakan tegas itu diambil, lanjut Bupati, sekaligus untuk menjawab kritikan masyarakat atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh bawahannya saat patroli PPKM Mikro di Kabupaten Gowa.

keputusan itu, tambah dia, diambil setelah pihaknya mendapatkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Gowa atas  oknum Satpol PP tersebut. “Saya tidak bisa langsung memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan kekerasan itu sebelum adanya LHP dari Inspektorat karena kita taat dan patuh terhadap undang-undang,” katanya.

BACA JUGA: Penganiayaan Oleh Petugas Pelaksanaan PPKM Masih Terjadi dan Menimpa Pasutri

Selanjutnya, tandas dia, Pemkab  akan meninjau status kepegawaian oknum Satpol PP tersebut namun masih menunggu hasil proses hukum yang saat ini sementara berjalan di Polres Gowa.

Jika proses hukum yang dijalani pelaku sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht), maka akan dilihat hukuman selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS.

“Di PP Nomor 17/2020 ini berbunyi, dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana,” jelasnya Bupati.

Selain mencopot jabatan Mardhani Hamdan dari jabatannya, Bupati Gowa juga memberikan teguran kepada Penjabat Sekda Gowa Kamsina. “Keputusan ini sekaligus sebagai warning bagi perangkat pemerintahan dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ucapnya.(Hasanuddin/Ant/Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.