Satpol PP Sweeping OPD, Puluhan ASN Pandeglang Dihukum Push Up

  • Whatsapp
asn pandeglang
Sejumlah ASN Pandeglang mendapat sanksi push up karena melanggar protokol kesehatan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM  – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pandeglang, Banten, mendapat sanksi push up dari petugas Satpol PP. Mereka dihukum push up lantaran kedapatan melanggar protokol kesehatan (Protokes) covid-19 saat melaksanakan aktivitas.

Sanksi yang didapat bagi sejumlah ASN Pandeglang tersebut, saat petugas Satpol PP melakukan razia penggunaan masker terhadap semua pegawai di lingkungan Pemkab Pandeglang. Dalam razia masker itu, sedikitnya 63 ASN melanggar Protokes covid-19 dengan tidak menggunakan masker.

Bacaan Lainnya

Pantauan Redaksi24.com, bagi pegawai laki-laki diberikan sanksi push up sebanyak 20 kali. Sedangkan bagi pegawai perempuan yang melanggar protokes dikenai sanksi squat jum sebanyak 10 kali. Selain itu, mereka diminta mengenakan rompi warna merah dengan tulisan “Pelanggar Protokes”.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pandeglang, Entus Bakti mengatakan, sweeping penggunaan masker bagi pegawai dilakukan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Razia juga dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Pandeglang Nomor 55 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokes.

BACA JUGA: Masuk Zona Orange Covid-19, Belajar Tatap Muka di Pandeglang Distop

“Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19, semua masyarakat maupun pegawai wajib meenggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah,” ungkapnya saat melakukan razia masker di lingkungan Setda Pandeglang, Senin (7/9/2020).

Dikatakannya, razia penggunaan masker yang dilakukan di 33 OPD. “Kami bentuk tiga tim menyebar kesetiap OPD. Bagi pegawai yang tidak menggunakan masker langsung diberikan sanksi push up,” katanya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pandeglang, Ramadhani menghimbau para ASN memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Karena menurutnya, sebelum Perbup diterapkan kepada masyarakat, pegawai pemerintah dulu yang harus mengoptimalkan aturan tersebut.

“Razia protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19,” ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan itu akan terus dilakukan secara berkesinambungan agar para ASN menaati protokol covid-19. Sebab, kata Ramadani, saat ini penyebaran covid-19 semakin masif. Razia protokes akan lakukan satu kali dalam minggu.

“Kami harap ada efek jera bagi ASN, agar disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.