Satpol PP Pandeglang Kembali Tutup Paksa SPBU Indomobile

  • Whatsapp
spbu mobil pandeglang
Petugas Satpol PP Pandeglang kembali menutup paksa SPBU Mobil ilegal.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pandeglang, kembali melalukan penutupan paksa terhadap SPBU mini milik PT Indomobile Prima Energi. Pengelola SPBU mini tersebut dinilai membandel, meski sudah diperingati untuk tutup, namun tetap beroperasi.

Penutupan SPBU mini tersebut baru dilakukan di enam kecamatan, diantaranya SPBU mini di Kecamatan Cigelis, Panimbang, Menes, Kaduhejo, Sukaresmi dan Kecamatan Cibaliung. Sedangkan untuk kedua stasiun SPBU mini di Kecamatan Cikedal, masih tetap beroperasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pandeglang, Juhanas Waluyo mengatakan, pihaknya melalui Satpol PP kecamatan kembali menutup paksa SPBU Mobil.

Karena, kata dia, sebelumnya sudah mengingatkan kepada PT Indomobile Prima Energi agar menutup terlebih dahulu usahanya sampai izinnya selesai diproses. Namun peringatan itu masih tidak dihiraukan PT Indomobile Prima Energi.

“Maka dari itu kami tengah menyebar personil untuk melakukan penutupan paksa terhadap SPBU Mobil yang masih beroperasi,” ungkapnya, Jumat (10/7/2020).

BACA JUGA: SPBU Mobil Buka Lagi, Satpol PP Pandeglang ‘Tak Berdaya’

Sebelumnya, kata dia, pihaknya sudah memperingatkan dengan menutup paksa salah satu SPBU mini tersebut. Dan PT Indomobile Prima Energi siap menutup yang lainnya. Tapi pada faktanya, hasil pemantauan di lapangan, SPBU Mobil yang ada di sejumlah kecamatan masih menjalankan operasinya.

“Hari ini kami sudah berhasil melalukan penutupan SPBU mini yang tersebar di enam, tinggal ada beberapa SPBU di sejumlah kecamatan lagi. Kami akan koordinasikan dengan Satpol PP kecamatan,” katanya.

Menurutnya, selain menindaklajuti Keputusan Bupati Nomor: 503/Kep.108-Huk tentang Satgas (Satuan Tugas) pengawasan dan pengendalian perizinan dan non perizinan yang menghasilkan rapat terbatas tim dengan berita acara Nomor: 503/548-BA.DPMPTSP/2020 tanggal 30 Juni 2020, penutupan paksa itu dilakukan karena PT Indomobile Prima Energi telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2008 tentang bangunan.

“Kami tidak sembarangan menutup, tapi atas dasar aturan yang berlaku bahwa perusahaan itu benar-benar melanggar aturan karena belum mengantongi izin,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Pandeglang, Miftahul Farid Sukur mengatakan, persoalan yang terjadi pada SPBU mini milik PT Indomobile Prima Energi itu bukan hanya pada perizinanya saja, tetapi ada beberapa aturan lain yang juga dilanggar perusahaan, seperti, gaji karyawan tidak sesuai UMR, hanya sebesar Rp 1,2 juta.

Selain itu lanjut Farid, tanpa adanya kontrak kerja, dan tidak adanya asuransi kecelakaan kerja. Maka hal ini jelas melanggar undang-undang Ketenegakerjaan. “Bahkan di lingkungan SPBU itu tidak ada Alat K3 (seperti apar). Padahal harusnya itu diterapkan, karena perusahaan itu adalah perusahaan besar, namun untuk keamaanan saja tidak ada,” tegasnya.

BACA JUGA: Ngeyel, Baru Disegel Satpol PP, SPBU Indomobile di Pandeglang Buka Lagi

Politisi Golkar itu menambahkan, penutupan paksa SPBU Mobil sebagai bahan pelajaran terhadap siapapun yang ingin berusaha agar mengedepankan aturan atau regulasi yang ada. Seharusnnya perusahaan membuat izin dulu, bukan membangun terlebih dahulu sehingga banyak ditemukan di lapangan seperti halnya membangun di sepadan jalan.

“Tak hanya itu keberadaan SPBU mini itu berdampak pada pedagang kecil yang mengadu nasib sebagai penjual BBM eceran. Maka dari itu, jika ini diizinkan, saya telah minta untuk dibuat Perda tentang hal ini, jika tidak dibuat Perda saya akan menolak perizinan SPBU mini itu,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.