Satpol PP Kabupaten Tangerang Stop Galian Tanah Bantar Panjang

oleh -
Satpol PP Kabupaten Tangerang Stop Galian Tanah Bantar Panjang kodim 0510 tigaraksa koramil tigaraksa
Penyetopan aktivitas galian tanah merah dilakukan tim gabungan pada Jumat (27/8/2021) malam sekitar pukul 21.51 WIB. Aktivitas galian tanah tersebut distop lantaran tidak memiliki dokumen perizinan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Tim Gabungan Satpol PP Kabupaten Tangerang, Koramil Tigaraksa dan jajaran Unit Intel Kodim 0510 Tigaraksa, menghentikan aktivitas galian tanah merah di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Penyetopan aktivitas galian tanah merah dilakukan tim gabungan pada Jumat (27/8/2021) malam sekitar pukul 21.51 WIB. Aktivitas galian tanah tersebut distop lantaran tidak memiliki dokumen perizinan.

Anggota Tim Gabungan Satpol PP Kabupaten Tangerang, Acep Pudin dalam keterangannya menyampaikan, penghentian aktivitas galian tanah berdasarkan Perda Nomor 20 tahun 2004 tentang ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) dan Perda nomor 9 tahun 2020 tentang Rencana Umum Tata Rung (RUTR).

“Karena tidak dapat menunjukan dokumen perizinan, berdasarkan instruksi Kasatpol PP, Tim penegak Perda menghentikan aktivitas kupasan atau galian tanah tersebut,” ungkap Acep Pudin, Sabtu (28/8/2021).

BACA JUGA: Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Tangerang Diklaim Menurun

Sementara di lokasi galian tanah, lanjut Acep, ditemukan sejumlah armada angkutan yang telah berisi tanah dan terdapat alat berat yang masih beroperasi di sekitar lahan kupasan tanah.

“Penanggung jawab armada kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan sebagai saksi, sementara kendaraan berat akan diamankan petugas Polres Kota Tangerang,” jelasnya.

BEROPERASI DI LAHAN NEGARA?

Dari informasi yang beredar, galian tanah merah Bantar Gebang sudah berulang kali  ditutup petugas Satpol PP. Kali ini untuk yang keempat kalinya. Namun penutupan tak berlangsung lama.

Beberapa hari kemudian galian tanah yang disebut-sebut beraktivitas di lahan milik negara itu, kembali beroperasi. Sebab sejauh ini tidak diketahui secara pasti siapa pemilik lahan tempat galian tanah itu beroperasi. Warga  sekitar menyebut lahan yang tanahnya dikupas itu milik negara.

“Mungkin karena itu tanah negara, jadinya bebas digali,” imbuh seorang warga yang tinggal di sekitar galian tanah Bantar Panjang.

Pria berkulit hitam itu menyebut ada tiga titik lokasi penggalian tanah merah di Bantar Panjang. Masing-masing titik, kata dia, berbeda pengelolanya. 

“Banyak jawaranya, banyak juga ormas yang ngebeking, ngejagain  galian tanah itu. Nggak heran kalau siang ditutup, malamnya buka lagi,” ujarnya. (RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.