Satpol PP Kabupaten Tangerang Dibilang Macan Ompong

oleh -
Satpol PP Kabupaten Tangerang Dibilang Macan Ompong DLHK KAbupaten Tangerang kecamatan pakuhaji pabrik plafon
Padahal selain tak mengantongi izin, aktivitas perusahaan yang memproduksi plafon tersebut juga diduga telah mencemari lingkungan. Debu dari aktivitas produksi plafon telah menimbulkan polusi udara di pemukiman warga.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah kalangan mempertanyakan kinerja Satpol PP Kabupaten Tangerang, Banten, yang dinilai hanya sebagai macan ompong lantaran membiarkan PT Adi Jaya Makmur Sejahtera tetap beroperasi di Kecamatan Pakuhaji.

Padahal selain tak mengantongi izin, aktivitas perusahaan yang memproduksi plafon tersebut juga diduga telah mencemari lingkungan. Debu dari aktivitas produksi plafon telah menimbulkan polusi udara di pemukiman warga.

Samsuri, seorang aktivis lingkungan di Pakuhaji menuturkan, pabrik yang berada di Kampung Kamal, Desa Gaga itu, pernah didatangi petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama Satpol PP Kabupaten Tangerang pada 5 Oktober 2021 lalu.

“Namun sampai sekarang pabrik masih tetap beraktivitas. Padahal dari hasil sidak diketahui pabrik itu terbukti menimbulkan polusi debu serta tidak ada izinnya,” ungkapnya kepada Redaksi24.com, Jumat (12/11/2021).

BACA JUGA: Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Bikin Warga Sesak Nafas

Pertanyaan senada disampaikan Direktur Eksekutif LSM Badan Pengawas Penyalahgunaan Aset dan Anggaran Negara (BP2A2N), Ahmad Suhud yang menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang seakan tidak berdaya menghadapi pengusaha yang melanggar aturan.

“Padahal pabrik plafon itu terbukti telah mencemari udara yang berdampak pada kesehatan warga, tapi kenapa tidak ditindak,” ungkap Ahmad Suhud.

Dikatakan Suhud, petugas DLHK sudah melakukan pengecekan dan merekomendasikan kepada Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk melakukan tindakan kepada perusahaan tersebut. Namun hingga kini belum ada tindakan apapun.

“Camat (Pakuhaji) dan Kades Gaga seolah tidak peduli dengan kesehatan warga yang terdampak polusi dari perusahaan itu. Jadi kami minta Satpol PP tegas, jangan hanya jadi macan ompong,” sindir Suhud.

Ahmad Suhud menuturkan pihaknya juga telah melaporkan perusahaan produksi plafon tersebut ke DPRD Kabupaten Tangerang. “Kinerja aparatur Pemkab Tangerang yang lamban membuat kami miris,” tandas Suhud.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.