Pencemaran Lingkungan

Satpol PP Diminta Tutup Pabrik Pencucian Karung Bekas di Kohod

oleh -
Lokasi pabrik pencucian karung bekas.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, desak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tertibkan pabrik pencucian karung bekas, di Kampung Pintu Air, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (24/11/2019).

Pasalnya, pabrik cucian karung bekas milik PT. Citra Alpa yang sudah berdiri sekira 5 tahun lalu itu tidak memiliki izin apapun. Bahkan air limbah bekas cucian karung juga dibuang ke saluran irigasi. Akibatnya air irigasi menjadi hitam dan menimbulkan aroma bau tidak sedap. Sehingga air irigasi yang dulunya sering digunakan oleh warga sekitar untuk mencuci pakaian tidak bisa digunakan lagi.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriadi mengatakan, tidak ada toleransi bagi pabrik yang sudah mencemari lingkungan harus ditertibkan, karena merugikan masyarakat sekitar. Apalagi pabrik itu tidak memikiki izin sama sekali.

“Pabrik karung itu harus ditertibkan, karena tidak memiliki izin dan membuang limbah sembarangan, ” tegasnya kepada wartawan.

Menurut Supriadi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang harus bertindakan tegas. karena, kata ria, bila tidak segera ditertibkan lingkungan yang rusak akan semakin parah dan masyarakat sekitar akan menjadi korban.

“Satpol PP dan DLHK Kabupaten Tangerang harus segera mengambil tindakan, jangan berlama-lama dibiarkan, ” kata dia.

BACA JUGA:

DPRD Sebut Dindik Kabupaten Tangerang Lemah Awasi Dana Bos

Senada dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik. Ia mengatakan, pabrik itu harus segera ditutup karena tidak berizin. Menurut Taufik, tidak perlu ada pertimbangan apapun untuk pabrik karung milik PT. Citra Alpa ini karena izin awalnyapun sudah tidak ada.

“Pabrik itu ditutup saja karena tidak berizin. Tidak ada pertimbangan-pertimbangan lain, biasanya kan kalau ada izin awal diperiksa dulu. Tapi ini mah izin awal saja tidak ada, jadi harus ditutup,” tandasnya (Ricky/Aan)