Satgasla Operasi SAR, Pusatkan Pencarian Kotak Hitam Sriwijaya Air di Lima Titik

  • Whatsapp
Satgasla Operasi SAR

JAKARTA,REDAKSI24.COM– Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan mengemukakan pihaknya masih terus melakukan penarian terhadap keberadaa  kotak hilam pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Saat ini ayan mengaaku pihaknya memusatkan pencarian di lima titik lokasi di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat nahas tersebut.

“Ada lima titik penyelaman dengan radius sekitar 20 meter,” kata Yayan di KRI Rigel-933, Selasa.

Bacaan Lainnya

Yayan menjelaskan penentuan lima lokasi penyelaman itu berdasarkan pemetaan dan analisis yang dilakukan KRI Rigel dengan seluruh sumber daya yang ada.

“Alat yang digunakan di antaranya magnetometer, HIPAP dan multibeam

echosounder,” ujarnya.

Hari sebelumnya, Senin (11/1/2021) area pencarian berbentuk segitiga, 100 meter kali 100 meter kali 80 meter. Area pencarian itu mendapatkan empat kantong puing pesawat.

Yayan menyatakan tim penyelam dari Dislambair akan melakukan penguraian pada potongan-potongan material dari puing-puing pesawat yang kemungkinan besar diduga menimbun kotak hitam.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Seperti diketahui pada Sabtu, (9/1/2021) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jenis Boeing 737-500 bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 lepas landas dari  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 14.36 WIB. Namun 4 menit berselang pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra. (Fauzi/Ant/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.