Satgas Mafia Tanah Polda Banten Tangkap Pembuat 690 AJB Palsu

oleh -
polda, banten, satgas, mafia, tanah, ajb
Satgas Mafia Tanah Polda Banten berhasil mengungkap dan menangkap pembuat 690 AJB palsu di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang/Foto-Bidhumas Polda Banten.

SERANG,REDAKSI24.COM–Satgas Mafia Tanah Polda Banten berhasil menangkap tersangka pelaku pembuat 690 AJB dan akta hibah palsu di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny mengatakan bahwa pengungkapan kasus tindak pidana pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) tersebut atas laporan dari masyarakat.

“Pengungkapan kasus ini sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/94/III/RES.1.9./2021/SPKT I/Banten pada tanggal 03 Maret 2021,” kata Martri Sonny di Aula Serbaguna Bidhumas Polda Banten, Kamis (29/04/2021).

Dia menjelaskan, kronologis berawal diketahuinya bahwa tandatangan atas nama Babay, S.Pd., M.Si saat menjabat Camat Pabuaran pada 2016 – 2019 telah dipalsukan dalam Akta Jual Beli dengan Nomor: 231/2019, tanggal 11 Februari 2019 oleh JS yang juga tersangka dalam perkara lain merupakan PNS dengan jabatan sebagai staff seksi Ekbang di Kecamatan Pabuaran.

Dari peristiwa tersebut kemudian Camat Pabuaran Asnawi, S.Pd., M.Si mencari dan merekap data AJB  dan akta hibah yang pernah diproses pada masa jabatan Camat Babay, S.Pd., M.Si.

Dan hasil perekapan dari kurun waktu Januari 2018 sampai dengan Desember 2019 terdapat beberapa blangko minuta Akta (AJB dan Akta Hibah) yang masih kosong, tandatangannya atas nama Babay, S.Pd., M.Si yang di palsukan oleh tersangka Dedi Setia Budi yang merupakan pekerja honorer di Kecamatan Pabuaran.

Atas peristiwa tersebut, bahwa banyak masyarakat yang menjadi korban karena proses permohonan akta tersebut yang diajukan melalui pihak desa yang di proses oleh tersangka Dedi Setia Budi tidak sesuai dengan mekanisme yang ada dan tandatangan PPATS (Pejabat pembuat akta tanah sementara) atas nama Babay, S.Pd., M.Si., telah dipalsukan.

Serta saudara Babay, S.Pd., M.Si merasa dirugikan dimana jabatan dan wewenangnya telah dimanfaatkan oleh tersangka Dedi Setia Budi untuk melancarkan niat jahatnya.

Martri Sonny menyatakan, berdasarkan kronologis kejadian tersebut, anggota Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten langsung melakukan penggeledahan kerumah tersangka Dedi Setia Budi.

“Anggota langsung melakukan penggeledahan di rumahnya dan memperoleh bukti-bukti dari tersangka. Dan bahwa tersangka telah melakukan perbuatan pemalsuan tandatangan dalam Akta Jual Beli dan Akta Hibah dari tahun 2018 hingga 2019 ketika menjadi PPATS di Kecamatan Pabuaran,” imbuh Martri Sonny.

 

Tersangka raup total Rp1,3 miliar

Sementara itu, Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten AKBP Dedy Darmawansyah menjelaskan bahwa barang bukti berupa Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan tersangka sebanyak 690 akta.

“Dimana sebanyak 669 akta ditemukan di Kecamatan Pabuaran dan 21 akta ditemukan di rumah tersangka,” ungkap Dedy.

Dedy melanjutkan, dari hasil membuat akta tersebut, tersangka memperoleh jasa pertiap akta paling sedikit sebesar Rp. 1.000.000 dan paling besar Rp. 4.000.000 dan rata-rata sebesar Rp. 2.000.000.

“Jika ditotalkan yang telah diterima tersangka sebesar Rp. 1.300.000.000,” ujar Dedy.

Adapun ancaman pidana terkait kasus tindak pidana pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) tersebut telah melanggar Pasal 263 KUHPidana, pidana penjara lama 6 tahun penjara dan Pasal 264 KUHPidana, pidana penjara paling lama 8 tahun penjara.(ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.