Sastrawan dan Budayawan Ajip Rosidi Tutup Usia

  • Whatsapp
Ajip Rosidi

MAGELANG, REDAKSI24.COM–Jagat kesusastaan Indonesia kembali kehilangan penyair besar dengan berpulangnya penyair dan sekaligus budayawan Ajip Rodisi, di Magelang, Rabu (29/07/2020) sekira pukul 22.30.

Sebelumnya masih di bulan ini, dunia kebudayaan Indonesia kehilngana pujangga besar Prof. Sapardi Djoko Damono, yang meninggal pada 19 Juli 2020 di Kota Tangerang Selatan.

Bacaan Lainnya

Ajip  menghembuskan nafas terakhir dalam usia 82 tahun. Ia tutup usia  ketika menjalani perawatan pascaoperasi  di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Salah seorang putra mendiang Ajip, Nundang Rundagi, membenarkan ayahnya telah wafat. “Ya, saya sedang  ‘ke sana ke mari’ mengurus segala sesuatu buat almarhum ini,”ungkap Nundang.

Ajip dikabarkan harus menjalani perawatan  karena sakit sejak sekitar seminggu terakhir akibat terjatuh di rumah anaknya di Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Nundang mengaku  belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait dengan rencana pemakaman lantaran dirinya masih sibuk mengurus jenazah ayahnya itu. Sebelumnya Nundang menyatakan ayahnya  harus menjalani operasi karena pendarahan di otak akibat terjatuh.

Ajib Rosidi lahir di kota produsen genting Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, 31 Januari 1938. Ketua Yayasan Kebudayaan Sunda Rancage ini dianugerahi  gelar Doktor (HC) Bidang Budaya dari Fakultas Sasta Universitas Padjadjaran Bandung tahun 2011.

Semasa hayatnya, selain produktif menulis karya-karya sastra dalam bentuk buku dan publikasi tulisan, Ajip memimpin  sejumlah penerbitan,  di antaranya Mingguan Sunda dan Budaya Jaya serta pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1971-1982).

Almarhum pernah tinggal bertahun-tahun di Jepang. Ia diangkat sebagai  guru besar tamu di Osaka Gaikokuyo Osaka, kemudian juga menjadi dosen  di Kyoto Sangyo Daigaku dan Tenri Daigoku. Kendati berada di negeri matahari terbit waktu itu, Ajip tetap aktif memperhatikan perkembangan dunia sastra-budaya dan sosial-politik di tanah air.(Maximianus/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.