Santri Harus Berkontribusi Terhadap Pembangunan Bangsa dan Negara

  • Whatsapp
Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siraj berikan sambutan.

BOGOR, REDAKSI24.COM- Untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar apel di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Parung, Bogor, Jawa Barat.

Apel diawali dengan pembacaan Resolusi Jihad NU yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945. Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siraj mengingatkan kepada para santri tentang peran dan kontribusinya untuk pembangunan bangsa dan negara melalui fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Di tengah revolusi gelombang keempat (4.0), santri harus kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai lama yang baik,” kata Said di serambi Kampus B Unusia, Selasa Pagi (22/10/2019).

Said menuturkan, di tengah gempuran zaman yang serba digital, para santri harus bisa menyeimbangi dirinya antara teknologi dan ngaji. Hal itu disampaikan, karena banyak santri yang setelah keluar dari Pesantren, perilakunya tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai Pesantren.

“Santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai Muslim yang berakhlakul karimah, yang hormat kepada kiai dan menjunjung tinggi ajaran para leluhur, terutama metode dakwah dan pemberdayaan Walisongo. Santri disatukan dalam asâsiyât (dasar dan prinsip perjuangan), khalfiyat (background sejarah), dan ghâyat (tujuan),” ucapnya.

Sekretaris Panitia Hari Santri Nasional, Lukman Hakim menyebut, peringatan Hari Santri 2019 itu akan dihadiri sekitar 10 ribu santri dan warga Nahdliyin yang berada di sekitar Jabodetabek. Pantauan Redaksi24.com, para rombongan santri masih terus berdatangan dari berbagai daerah Jabodetabek.

“Ada pidato kebangsaan, kemudian dari Wapres, Ma’ruf Amin berupa amanat,” kata Lukman.

Acara apel hari santri nasional ini selain dihadiri oleh jajaran petinggi PBNU, juga dihadiri Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang merupakan mitra PBNU dalam bekerjasama dibidang pendidikan dan pemberdayaan manusia.

BACA JUGA:

Ponpes Diharap Mampu Cetak Santri Mandiri

150 Santri Kota Tangerang Ikuti Ajang Pospeda VI Provinsi Banten

Sebagaimana diketahui, Hari Santri Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 22 Oktober ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan Hari Santri ini merupakan salah satu janji Presiden Jokowi saat kampanye Pemilihan Presiden 2014.

Kala itu, Jokowi menyatakan akan menetapkan satu hari sebagai Hari Santri Nasional saat terpilih sebagai presiden.

Berkaca pada sejarah, Hari Santri merujuk pada keluarnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Resolusi Jihad merupakan seruan ulama-santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela kedaulatan Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar