Sampaikan Penjelasan LKPJ 2021 ke Dewan, Bupati Akui Capaian RPJMD Belum Optimal

oleh -
Sampaikan Penjelasan LKPJ 2021 ke Dewan, Bupati Akui Capaian RPJMD Belum Optimal
Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar menyerahkan dokumen LKPJ Bupati Tahun 2021 kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail, Kamis (17/3/2021)..

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – DPRD Kabupaten Tangerang, Banten, menggelar rapat paripurna tentang penyampaian Penjelasan Bupati Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2021, di Gedung DPRD kawasan Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Kamis (17/3/2021).

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail menekankan jajaran eksekutif untuk memaksimalkan capaian rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2019-2023.

“Capaian RPJMD Kabupaten Tangerang pada tahun 2021 dirasa belum optimal. Kami harap tahun depan bupati bersama jajarannya bisa lebih menyempurnakan capaian RPJMD yang belum maksimal,” kata Kholid usai rapat paripurna.

Capaian RPJMD yang belum optimal diakui Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar dalam rapat parpurna yang berlangsung sekitar 10 menit dan dihadiri seluruh pimpiman dewan dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) itu.

Zaki juga mengakui, beberapa target dan kegiatan kinerja program prioritas yang dilaksanakan sejumlah OPD pada tahun 2021, belum tercapai dengan baik.

“Beberapa target program unggulan masih menunjukan capaian yang belum optimal dari target RPJMD 2019-2023,” papar Zaki.

BACA JUGA: Ini Langkah Pemkab dan DPRD Kabupaten Tangerang Untuk Memulihkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Selain capaian RPJMD, Zaki juga memaparkan anggran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021 yang melebihi target. Pada 2021, kata dia, telah ditetapkan  APBD Kabupaten Tangerang sebesar Rp5,7 Triliun. Namun realisanya, pendapatan APBD yabg diperoleh yakni Rp6,1 Triliun.

“Ini berarti capaian APBD Kabupaten Tangerang meningkat 107,19 persen dari tatget yang telah ditetapkan,” kata Zaki.

Kenaikan APBD yang melampaui target, tambah Zaki, disebabkan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 117 persen. Belanja daerah yang direncanakan Rp6,2 triliun terealisasi Rp5,8 triliun atau terserap 93,01 persen. Sedangkan pembiayaan yang direncanakan Rp535 miliar terealisasi 100 persen.

Pada tahun Anggaran 2021, belanja urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar sebesar Rp3,5 triliun, terealisasi Rp3,3 triliun atau 93,48 persen. Sedangkan belanja urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar Rp870,6 miliar, teraliaasi Rp 792,8 miliar atau 91,07 persen.

Untuk belanja urusan pemerintahan pilihan sebesar Rp65,3 miliar, terealisasi Rp61,1 miliar atau 93,62 persen. Sementara unsur pendukung lainnya Rp997,8 miliar, terealisasi Rp899,5 persen atau 90,14 persen.

Zaki mengaku telah menekankan pemerintah desa untuk meningkatkan potensi pendapatan yang bersumber dari bagi hasil pajak dan retribusi serta alokasi dana desa. Pada tahun 2021, Pemkab Tangerang juga melakukan kerjasama antar daerah dalam meningkatkan sinegitas pembangunan.

“Keberhasilan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tangerang berkat kerjasama yang baik antara ekaekutif dan legislatif,” katanya.

Zaki berharap capaian yang belum optimal pada 2021, akan dijadikan landasan dalam melakukan perbaika perbaikan pada tahun selanjutnya.(Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.