Sambangi Budidaya Lobster, Dirjen KKP Dihadang Badai di Laut Panimbang Pandeglang

  • Whatsapp
budidaya lobster
Dirjen KKP bersama rombongan harus kembali ke Dermaga Kampung Nelayan di Kecamatan Panimbang, Pandeglang setelah dihadang cuaca ekstrim saat hendak meninjau budidaya lobster.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Aryo Hanggono bersama rombongan harus berjibaku melawan badai saat hendak menyambangi lokasi budidaya lobster di Peraiaran Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (3/6/2020).

Akhirnya, rencana peninjauan budidaya lobster tersebut terpaksa dibatalkan. Sebab hujan dan badai yang disertai gelombang tinggi cukup membahayakan bagi rombongan yang hanya menggunakan kapal milik nelayan tradisional.

Bacaan Lainnya

Pantauan Redaksi24.com, sekitar pukul 14.30 WIB rombongan Dirjen KKP RI yang didampingi Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Suaedi Kurdiatna bersama sejumlah pejabat dari Loka PSPL Serang, berangkat dari Dermaga Kampung Nelayan Panimbang, menuju lokasi budidaya lobster di Pulau Liwungan dengan menggunakan perahu nelayan.

Namun setibanya di pertengahan laut antara Dermaga Kampung Nelayan-Pulau Liwungan, tiba-tiba cuaca berubah ekstrim. Hujan turun dengan derasnya, disusul kemudian gelombang tinggi disertai angin kencang.

Dengan kondisi cuaca ekstrim tersebut, rombongan KKP RI memutuskan untuk balih arah dan membatalkan kegiatan peninjauan budidaya lobster, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diharapkan bersama.

Setelah berjibaku di tengah badai gelombang, akhirnya peahu nelayan yang membawa rombongan Dirjen KKP RI berhasil kembali ke Dermaga Kampung Nelayan, Panimbang. Seluruh rombongan satu per satu turun dari kapal dengan kondisi pakaian basah kuyup akibat terkena air hujan dan cipratan ombak.

Aryo Hanggono mengakui kedatangannya ke Pandeglang hendak meninjau lokasi budidaya lobster. “Setelah itu rencananya kami akan melakukan pengembangan pembesaran lobster, di kawasan-kawasan konservasi,” ungkapnya.

Saat ditanya dengan sudah dibolehkannya pembudidayaan lobster, apakah KKP akan menurunkan bantuan program budidaya ke Pandeglang, Aryo mengaku sebelumnya di Pandeglang sudah ada program tersebut. Namun karena adanya bencana tsunami dua tahun lalu, program budidaya itu banyak terhenti.

“Tahun depan kami akan lakukan pembenahan lagi. Sekarang ini kami akan melakukan pengembangan pembesaran lobster di kawasan konservasi,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang, Suaedi Kurdiatna mengakui, pihaknya tidak bisa memaksakan untuk sampai ke lokasi budidaya lobster lantaran cuaca yang cukup ekstrim.

“Nanti akan dijadwalkan lagi untuk peninjauan lokasi budidaya itu,” tuturnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.