Sah, PN Kota Tangerang Vonis Anak Wakil Wali Kota Dalam Kasus Sabu

oleh -
Sidang virtual kasus sabu anak Wakil Wali Kota Tangerang di PN Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Terbukti memiliki sabu, anak Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin yang berinisial AKM divonis delapan bulan penjara di Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang pada sidang sebelumnya menuntut terdakwa sepuluh bulan penjara. Demikian pula dengan dua orang temannya yang lain, seperti, Sy dan MT. Mereka yang dituntut sepuluh bulan  penjara, juga diganjar hukuman delapan bulan penjara. 

Sedangkan satu orang lainnya dengan inisial, DS yang awalnya dituntut hukuman satu tahun penjara, divonis 10 bulan penjara karena selain menyimpan sabu juga. ” Terdakwa divonis delapan bulan dan 10 bulan penjara, karena secara sah memiliki dan menggunakan narkotika golongan satu sebagaimana  yang tertera di dalam dakwaan,” kata ketua Majelis Hakim, Sucipto yang melaksanakan sidang tersebut secara virtual di ruang sidang I Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Kamis (21/1/2021).

Menyikapi putusan tersebut,  Kuasa Hukum terdakwa Sri Arfani mengatakan, pihaknya puas dengan putusan Majelis Hakim dan  tidak akan melakukan banding. “Kita sudah puas dengan putusan ini dan kita juga menerima,” katanya.

BACA JUGA:Anak Wakil Wali Kota Tangerang Yang Diduga Terlibat Narkotika Mengaku konsumsi Sabu Sejak Tahun 2018 lalu

Ditanya apakah tuntutan rendah tersebut sudah sesuai dengan keinginan keluarga, Ia mengatakan iya, bahwa tuntutan itu sudah sesuai dengan harapan keluarga Akm.

Seperti diketahui, dalam sidang sebelumnya, AKM mengakui bahwa dirinya telah menggunakan narkotika sejak tahun 2018. AKM juga mengakui bahwa adanya percakapan melalui pesan WhatsApp terkait pembelian sabu seberat 1 gram tersebut. Dimana saat itu, AKM pun membeli secara patungan paling besar senilai Rp800 ribu dari total 1,6 juta untuk sabu seberat 1 gram itu.

Oleh sebab itu, AKM didakwa dan diancam pidana Pasal 114 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009, Pasal 112 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI No. 35/2009, Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35/2009, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan masimal 20 tahun penjara. (Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.