Sadewa LAPAN Ungkap Tidak Ada Cuaca Ekstrem Saat Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182

oleh -
LAPAN

JAKARTA,REDAKSI24.COM–Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyebut tidak ada cuaca ekstrem saat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu. 

“Tampak berawan, tetapi tidak ada indikasi kondisi ekstrem,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin,Selasa, (11/1/2021).

Thomas mengungkapkan berdasarkan pantuan Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) yang dimiliki LAPAN, perkiraan kondisi atmosfer dari aplikasi Sadewa Lapan menggunakan Satelit Himawari-8 9 (awan tumbuh) dan model WRF (angin dan hujan) menunjukkan di sekitar titik kejadian tidak ada kondisi atmosfer ekstrem.

Thomas mengatakan walau ada proses pembentukan sistem konveksi di sekitar titik kejadian, tetapi tidak ada indikasi kondisi ekstrem.

“Dinamika atmosfer ini mempengaruhi pesawat yang melintas, tetapi belum tentu menjadi penyebab jatuhnya pesawat,” ujarnya.

Analisis dinamika atmosfer menunjukkan sistem konveksi skala meso telah terbentuk di atas Lampung dan Laut Jawa di sekitarnya sejak pukul 11.00 WIB pada 9 Januari 2021. Sistem itu kemudian pecah dan berpropagasi ke selatan, yang berasosiasi dengan pertumbuhan sistem konveksi skala meso lain di atas Jawa bagian barat selama rentang waktu 13.00-15.00 WIB.

Menurut Bagus mengatakan temuan tersebut diprediksi akan terus bertambah karena  tim penyelam masih melakukan pencairan.

“Jumlah temuan akan terus bertambah,” katanya menegaskan.

Seperti diketahui pada Sabtu, (9/1/2021) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jenis Boeing 737-500 bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 lepas landas dari  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 14.36 WIB. Namun 4 menit berselang pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Dari data ATC pesawat nahas yang tegah membawa 50 penumpang dan 12 awak kabin tersebut hilang kontak saat telah mencapai ketinggian 2 ribu kaki di atas permukaan laut. (Martha/Ant/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.