Sabu Yang Diproduksi di Rumah Mewah di Tangerang Tidak Terdeteksi X-Ray

oleh -
Rumah mewah yang dijadikan tempat produksi sabu di Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Sabu yang diproduksi di rumah mewah di Kawasan Taman Cendana Golf, Kabupaten Tangerang Banten, dilakukan dengan metode baru atau lebih canggih daripada jaringan lainnya yang pernah ditangkap oleh Polri.

Pasalnya, sabu yang di produksi oleh dua orang warga negara asing (WNA) asal Iran tersebut dan grebek oleh Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu  (1/9/2021) akan lebih mudah diedarkan atau dipasarkan karena tidak terdeteksi oleh X-Ray.

Demikian kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo, saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), bersama Puslabfor Mabes Polri dan Drug Enforcement Administration DEA) Amerika Serikat untuk Indonesia di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (3/9/2021).

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, selama satu bulan, kedua orang pelaku dapat memproduksi barang  haram itu sebanyak 15-20 Kg.

BACA JUGA: Polres Metro Jakbar Bongkar Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres

Namun ketika ditanya barang bukti yang diamankan, kapolres belum bisa menjelaskan karena kasus itu masih dalam pengembangan. “Kasus ini masih kami dalami, nanti kalau sudah jelas dan terungkap semuanya, kita rilis,” kata Kapolres sembari menambahkan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang pernah berinteraksi dengan pelaku.

Dan untuk sementara ini, kata dia, pihaknya hanya melakukan olah TKP. Hasil dari olah TKP, sabu itu di produksi di lantai dua rumah mewah tersebut. “Produksinya di lantai dua dan di kamar bawah kami hanya menemukan residu bekas olahan sabu,” kata dia.

Pelaku yang selalu berpindah-pindah tempat, kata Kapolres,  tinggal di rumah tersebut baru empat bulan. Selama itu pula mereka diduga telah memproduksi sabu, Mengingat warga sekitar  selalu mencium bau yang menyengat. Namun mereka tidak pernah curiga bila rumah itu digunakan untuk memproduksi sabu.

” Yang jelas kasus ini masih kami tindak lanjuti. Dan ini merupakan  jaringan narkoba internasional,” katanya. (Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.