Saatnya Menjadi Pahlawan di Rumah

  • Whatsapp
Pahlawan Virus Corona

Laporan Tim Redaksi24.com

BANTEN REDAKSI24.COM-Sebaran virus Corona  atau  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Banten semakin meluas dan memprihatinkan, virus itu sekarang bukan lagi ada di Wuhan Tiongkok, tapi sudah berada di tengah-tengah kita, diantara kita, dan sewaktu-waktu bisa memapar kita.

Bacaan Lainnya

Dalam sekejap saja, wabah ini pun telah memporak-porandakan hampir semua aspek kehidupan. Kesehatan, pendidikan, sektor ekonomi terdampak serius, aktifitas sosial masyarakat dibatasi, bahkan urusan ibadah harus dikeluarkan fatwa dilaksanakan di rumah saja.

Kegentingan dari wabah Covid-19 ini kian ‘meneror’ masyarakat luas, grafik korban paparan virus ini setiap hari terus mengalami peningkatan. Jumlah yang meninggal (fatality rate) di atas 8 persen dari jumlah kasus positif Covid-19, melampaui jumlah yang berhasil disembuhkan, masyarakat pun menganggap serangan virus ini cukup mematikan.

Berdasarkan data dari infocorona.bantenprov.go.id per 24 Maret 2020 tercatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 964 orang, 839 masih dipantau, dan 125 orang dinyatakan sembuh. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 158 orang, 142 masih dirawat, dan 16 orang dinyatakan sembuh. Kasus terkonfirmasi Covid-19 Provinsi Banten yaitu 44 kasus positif, 39 dirawat, 1 orang sembuh, dan 4 orang meninggal dunia. Sementara secara nasional, kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah 686 kasus positif, 601 dirawat, 30 orang dinyatakan sembuh, dan 55 orang meninggal dunia.

Statistik Corona di Banten

Pemerintah Berupaya Keras

Pemerintah pusat dan daerah kini tengah berupaya keras mencari cara yang efektif untuk menanggulangi penyebaran virus ini. Seluruh sumberdaya dikerahkan untuk ‘perang’ melawan musuh tak nyata itu yang kian mengganas. Anggaran pun bukan saja dipangkas, namun dirombak total untuk memenuhi logistik melawan pandemik Covid-19, termasuk dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh menteri, gubernur, bupati, wali kota memangkas anggaran yang tidak penting, seperti perjalanan dinas, rapat, dan belanja yang tak berpengaruh langsung pada peningkatan daya beli masyarakat.

Jokowi juga meminta seluruh kementerian/lembaga di pusat maupun provinsi harus melakukan realokasi anggaran untuk penanganan virus Corona. Artinya, pemerintah akan fokus pada sektor kesehatan dalam penggunaan APBN 2020.

Presiden Jokowi telah menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam beleid itu, Jokowi juga memerintahkan seluruh jajarannya untuk mempercepat pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan penanganan virus Corona.

“Sekali lagi ini untuk penanganan kesehatan dan penanganan dampaknya ke ekonomi,” ujar Jokowi.
Pemerintah telah menyulap Wisma Atlet Kemayoran menjadi Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan virus Corona. Rumah sakit ini telah mulai beroperasi sejak Senin 23 Maret 2020, dan dapat menampung ribuan orang terjangkit virus Corona.

Di tempat yang berbeda, pemerintah juga tengah membangun fasilitas khusus bagi pengidap virus Corona di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Tempat ini akan memanfaatkan lokasi eks penampungan pengungsi Vietnam yang difungsikan pada 1979 hingga 1996.

Sementara di Banten, pemerintah setempat akan menjadikan Rumah Sakit Umum (RSU) Banten sebagai RS khusus Covid-19 untuk mengantisipasi semakin meluasnya wabah dan lonjakan kasus Covid-19.
Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Banten yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, seluruh ruang perawatan yang berada di RSU Banten semuanya akan dikhusukan untuk mena ngani pasien Covid-19.

“Hari Rabu ini sudah operasional seluruhnya untuk pasien Covid, tidak lagi menerima pasien umum. Seluruh kamar ada 250 bed (tempat tidur). Untuk operasional itu akan dilakukan sampai tiga bulan ke depan,” kata Ati.

Saat ini, lanjut Ati, di Banten baru ada lima RS rujukan yaitu RSUD Tangerang, RS Siloam, RS Drajat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang, RSU Banten dan RSUD Cilegon.

Warga Masyarakat Harus Disiplin

Presiden Jokowi menyerukan, agar bahu membahu dan gotong royong seluruh warga Indonesia menghadapi serangan wabah ini. Warga masyarakat diminta agar patuh dan disiplin mengikuti kebijakan social distancing pembatasan aktifitas sosial dari pemerintah.

“Kita bangsa besar, kita bangsa petarung. Insya allah kita akan terbebas dari virus ini. Warga masyarakat harus disiplin membatasi kegiatan tidak perlu, dan tetap untuk tinggal di rumah,” kata Jokowi.
Bahkan untuk mengontrol dan mengendalikan kegiatan warga di luar rumah, Kapolri telah mengeluarkan maklumat kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal mengungkapkan, maklumat tersebut bersifat imbauan, dan Polri tidak segan untuk membubarkan acara yang mengumpulkan massa. Namun, pembubaran tersebut tetap mengedepankan asas persuasif dan humanis.

“Kami melakukan tindakan-tindakan kemanusiaan mengedepankan upaya persuasif dan humanis untuk menyampaikan kalimat-kalimat menyampaikan himbauan-himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat yang masih terlihat berkumpul,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan, polisi sudah menjalankan protokol yang disarankan pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Seperti social distancing, pengecekan suhu tubuh, dan penyeprotan disinfektan. Kapolri kata Iqbal, juga memberlakukan konsep operasi khusus kepolisian yaitu, sandi operasi aman Nusa Dua.

Iqbal menuturkan, pihaknya tak ingin hanya karena kerumunan masyarakat, penyebaran virus corona terus bertambah. Polri juga tak segan menindak mereka yang acuh terhadap imbauan pemerintah termasuk maklumat Kapolri.

“Pasal 212 KUHP barang siapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang saat ini melaksanakan tugas dapat dipidana. Kita lakukan terus pemantauan dan penyidikan. Pasal 216 dan 218 tambahan pasal. Initinya bisa dipidana,” jelasnya.

Menjadi Pahlawan di Rumah

Rumitnya virus ini menyebar secara cepat dan masiv berantai antar manusia, beda dengan virus flu burung (H5N1) yang penularannya melalui hewan atau unggas yang pengendaliannya bisa dengan cara memusnahkan unggas pembawa virus itu sendiri.

Tidak lain, cara efektif untuk mencegah semakin meluasnya wabah virus korona, yaitu memutus mata rantai penyebarannya dengan membatasi kegiatan setiap orang di luar rumah, disamping menerapkan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Kampanye agar tetap di rumah saja terus diserukan, terutama oleh para tenaga medis diberbagai rumah sakit yang sekarang tengah berjibaku berjuang menyelamatkan nyawa orang yang positif terjangkit Covid-19.

Dari mulai dokter, perawat, hingga office boy di rumah sakit bekerja keras tanpa batas melayani dan menyembuhkan pasien korona. Walau mereka harus kurang tidur, tidak nyaman karena terus-terusan memakai alat pelindung diri (APD), bahkan beresiko ikut terpapar hingga kehilangan nyawa.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Muhammad Adib Khumaidi mengatakan, IDI saat ini menginvestigasi apakah dokter yang meninggal karena Covid-19 itu tertular dari pasien saat proses pengobatan atau karena faktor lain.

“Memang benar ada lima dokter yang meninggal karena Covid-19, tetapi soal apakah secara langsung tertular corona saat menangani pasien, ini masih dalam investigasi,” ujarnya.

Lanjut dia, kematian Guru Besar FKM-UI Profesor Bambang Sutrisna di RS Persahabatan pada Senin (23/3/2020) juga masih dalam pendataan, karena IDI belum menerima hasil laboratorium dari Litbangkes.
Sesungguhnya para tenaga medis yang sedang berjuang di garis terdepan melawan virus korona itu adalah para pahlawan kemanusiaan.

Kini saatnya kita semua untuk mengambil tanggungjawab terhadap isu penyebaran wabah ini, dengan cara meningkatkan disiplin dan patuh terhadap kebijakan pemerintah untuk membatasi diri dari kegiatan tidak perlu di luar rumah. Dan dengan tetap di rumah saja, kita pun telah menjadi pahlawan. (Endang JP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.