Rusuh Capitol, DPR Siapkan Mosi Pemakzulan Presiden AS Donald Trump

  • Whatsapp
donald trump, nancy pelosi, pemakzulan, capitol, amerika serikat, pilpres AS, joe biden,
Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengacungkan palu sidang di Gedung Capitol AS. (Foto Antara)

WASHINGTON, REDAKSI24.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi meminta Presiden Donald Trump untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan itu dilontarkan Pelosi Jumat (8/1/2021) menyusul kerusuhan yang dilakukan para pendukung Trump.

Massa pendukung Trump merangsek dan merusak Gedung Capitol yang menjadi tempat bersidang anggota Kongres AS untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden 3 November 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Pelosi mengatakan jika Trump tidak mengundurkan diri, dewan telah menginstruksikan Komite Aturan DPR untuk melanjutkan mosi pemakzulan dan merancang undang-undang berdasarkan Amandemen 25 Konstitusi AS, tentang pemecatan presiden yang tidak dapat menjalankan tugas resminya.

“Karena itu, DPR akan mempertahankan setiap opsi termasuk Amandemen ke-25, mosi untuk memakzulkan atau resolusi istimewa untuk pemakzulan,” kata Pelosi dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan tiga jam dengan politisi Demokrat di DPR AS. “Dengan sangat hormat, musyawarah kami akan berlanjut.”

BACA JUGA: Twitter Blokir Akun Presiden AS Donald Trump secara Permanen

Sementara itu, dua hari setelah amuk Capitol yang merupakan serangan terhadap demokrasi AS, Twitter secara permanen menangguhkan akun Trump dengan alasan dapat memicu lebih banyak kekerasan.

Twitter Inc mengatakan akan secara permanen menangguhkan akun Trump karena risiko hasutan lebih lanjut.

“Setelah meninjau secara cermat Kicauan terbaru dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut,” kata perusahaan itu.

Perkembangan luar biasa terjadi dua hari setelah Trump mendesak ribuan pengikut untuk mendatangi Capitol, yang memicu kekacauan di mana massa merangsek ke dalam gedung, memaksa pengosongan kedua ruang sidang dan mengakibatkan seorang petugas polisi dan empat lainnya tewas.

Para politisi Demokrat, yang mengatakan pemungutan suara DPR tentang pemakzulan bisa dilakukan minggu depan, berharap ancaman pemakzulan dapat meningkatkan tekanan pada Pence dan Kabinet untuk meminta (pemberlakuan) Amandemen ke-25 sebelum masa jabatan Trump berakhir dalam waktu kurang dari dua pekan.

Pada Jumat, Pelosi menyebut Trump tak terpengaruh dan mengatakan Kongres harus melakukan segala kemungkinan untuk melindungi orang Amerika, meskipun masa jabatan Trump akan berakhir pada 20 Januari ketika Biden dilantik.

Tapi tidak jelas apakah anggota parlemen akan dapat mencopot Trump dari jabatannya, karena pemakzulan apa pun akan mendorong persidangan di Senat, di mana rekan-rekan Republiknya masih memegang kekuasaan.

Naskah pemakzulan, yang merupakan tuduhan formal atas pelanggaran, telah dibuat oleh Perwakilan Demokrat David Cicilline, Ted Lieu dan Jamie Raskin.

Salinan yang beredar di antara anggota Kongres menuduh Trump menghasut kekerasan terhadap pemerintah Amerika Serikat dalam upaya untuk membalikkan kekalahannya dari Presiden AS terpilih Joe Biden dalam pemilihan presiden 2020.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.