Rumah Pasien Meninggal Karena Diduga Covid-19 di Pasar Kemis di Disinfektan

  • Whatsapp
Rumah Pasien Covid-19 di Pasar Kemis
Penyemprotan disinfektan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melakukan penyemprotan disinfektan di rumah status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia karena diduga terpapar Covid-19 di Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/4/2020)

Penyemprotan disinfektan tersebut sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19, khususnya bagi keluarga korban dan beberapa titik keramaian seperti pasar, sarana ibadah, sekolah perkantoran, serta pemukiman warga.

Bacaan Lainnya

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, jika penyemprotan di wilayah Pasar Kemis tepatnya di rumah keluarga korban PDP tersebut adalah untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Agar tidak menyebar kepada tetangga sekitar atau orang yang kebetulan melewati dekat rumah tersebut,” Kata Kosrudin

Kosrudin menambahkan, selain menyemprot disinfektan di rumah warga yang diduga positif Corona, BPBD pun melakukan penyemprotan di Pasar Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, dan di pasar Cikupa Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Ya kami lakukan juga penyemprotan di Pasar Kampung Melayu Teluknaga dan di Pasar, Desa Cikupa, kecamatan Cikupa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Gugus covid-19 Kabupaten Tangerang Heri Heryanto menegaskan, jika korban yang meninggal tersebut statusnya masih Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bukan pasien terkonfirmasi status positif covid-19.

“Penderita yang meninggal itu ststusnya PDP bukan pasien terkonfirmasi positif covid-19. Semua pasien yang meninggal di Kabupaten Tangerang sejumlah 6 orang statusnya PDP bukan positif covid-19,” ungkap Hery.

BACA JUGA:

Bantuan Rapid Test Covid-19 Dari Pempus Minim, Gugus Covid-19 Kabupaten Tangerang Utamakan PDP

Pemkab Tangerang Siapkan lahan Pemakaman Bagi Pasien Meninggal Covid-19

Hery yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) I ini juga menghimbau kepada masyarakat sekitar tempat tinggal korban agar tidak panik karena penularan virus corona bukan melalui udara tetapi kontak langsung.

Kata dia, Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga sudah melakukan penyuluhan disekitar lokasi agar masyarakat sekitar nya tidak panik. “Dan untuk keluarga yang meninggal sudah isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.