Rumah Desa Sehat Dinilai Bisa Tekan Kasus Stunting

  • Whatsapp
Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi berbincang dengan Sekretaris Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Rosidah Rahmawati pada sosialisasi penanganan stunting di Kabupaten Lebak.

REDAKSI24.COM – Stunting atau kerdil tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak akibat kurang gizi kronis, namun berpengaruh pada perkembangan otak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental anak.

“Untuk menekan angka stunting, diperlukan kesadaran semua pihak,” ungkap Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi.

Bacaan Lainnya

Hal itu  disampaikan Ade Sumardi saat membuka Sosialisasi Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa dan Penandatangan Komitmen Bersama Percepatan Penanganan dan Pencegahan Stunting yang digelar di La Tansa Hall, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (30/07/2019).

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red), harus melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Ade mengatakan, semua OPD harus punya pemikiran untuk turut berperan dalam menekan angka stunting di Lebak. “Para kepala OPD harus secara seksama memiliki pemahaman yang sama dalam upaya penanganan stunting,” imbuhnya.

Sekretaris Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Rosidah Rahmawati mengakui, partisipasi masyarakat sangat penting dalam konvergensi penanganan stunting.

Rosidah berharap para kepala desa mengalokasikan Dana Desa (DD) bagi pembangunan SDM, salah satunya untuk tatakelola peningkatkan wawasan warga dalam upaya penanganan stunting. Menurutnya, penggunaan DD di 74 ribu lebih Desa di Seluruh Indonesia berdapak pada pesatnya pembangunan di desa dalam menurunkan angka stunting.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konvergensi penanganan stunting, menurut Rosidah, diperlukan Rumah Desa Sehat untuk area perbincangan desa dan rembuk stunting selain sebagai tempat musyawarah desa.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam konvergensi stunting, jadi perlu dibangun rumah desa sehat sebagai community center untuk advokasi dan literasi masyarakat,” ujarnya.

Rosidah juga meminta agar masyarakat desa dijadikan subjek pembangunan, dilibatkan dalam perencanaan pembangunan desa, sehingga dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di desa tersebut.

Untuk diketahui, stunting juga berdampak pada tingkat kecerdasan/kognitif, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sosial.(Deddy/Difa)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.