Ruislag Aset Tanah 2,5 Hektar Pemkot Tangsel-BSD Tinggal Finalisasi

  • Whatsapp
Bpkad
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangsel, Warman Syahnudin.

OTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Proses ruislag atau tukar guling barang milik daerah (BMD) antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan pengembang PT Bumi Serpong Damai (BSD) memasuki tahap finalisasi. 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangsel, Warman Syahnudin mengatakan, proses tukar guling tersebut sudah melalui 27 tahapan dan masuk tahap akhir. “Sudah hampir selesai, tinggal buat perjanjian dengan pihak BSD,” kata Warman, Senin (10/8/2020).

Bacaan Lainnya

Warman menerangkan, proses ruislag aset tanah seluas 2,5 hektar itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 19 tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

“Jadi enggak pakai perlu pakai peraturan daerah atau peraturan wali kota lagi, karena sudah mencakup pada Permendagri. Selain itu ruislag ini juga sudah mendapat rekomendasi dari DPRD Kota Tangsel awal Juli lalu,” terangnya.

BACA JUGA: Ribuan Aset Fasos Fasum Tangsel Tercecer Karena Belum Diserahkan Oleh Pengembang “Bandel”

Aset yang diruislag tersebut, merupakan aset tanah yang tercecer di sekitar Lengkong Wetan Kecamatan Serpong dan akan ditukar gulingkan dengan satu hamparan tanah di Lengkong Gudang Timur Kecamatan Serpong. Nantinya, aset tanah tersebut akan digunakan sebagai lahan perkantoran seperti Dinas Perhubungan, dan lain-lainnya.

Terpisah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) tukar guling Barang Milik Daerah (BMD) DPRD Kota Tangsel Drajat Sumarsono mengatakan, ada tiga poin penting yang tercantum dalam rekomendasi yang pihaknya berikan.

Yakni, proses ruislag dapat dilaksanakan jika aset tanah sudah tersertifikat, pihak PT BSD harus membayar pajak dan keuangan atas aset, serta harus dibuatkan Peraturan Wali Kota (Perwal).

BACA JUGA: BPKAD Tangsel Pesimis Satu Bulan ini Dapat Menyelesaikan Aset Daerah Yang Tercecer di Kabupaten Tangerang

“Perdanya sudah ada dan jadi konsideran kami, saat ini menunggu Perwal dan harus mengacu pada Perwalnya,” pungkasnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.