RTRW Disetujui, Kota Serang Pertahankan Lahan Pertanian

  • Whatsapp
RTRW kota serang
Wali Kota Serang, Syafrudin bersama Wakilnya, Subadri.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang tahun 2020-2040 sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).  Dalam RTRW tersebut Kota Serang memperbanyak kawasan perumahan dan perkantoran.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, dalam Perda RTRW disebutkan lahan pertanian dikhususkan di Kecamatan Kasemen. Menurutnya, meski tuntutan sudah tidak ada, namun Kota Serang masih membutuhkan lahan pertanian.

Bacaan Lainnya

“Lahan pertanian Kota Serang masih sekitar 3,5 ribu hektar di Kecamatan Kasemen.Yang jelas kami apresiasi persetujuan RTR dari Kementrian ATR,” katanya kepada wartawan di Puspemkot Serang, Senin (29/6/2020).

Untuk lahan peternakan, lanjut Syafrudin, jika mengacu kepada RTRW tidak diperbolehkan. Namun Pemkot Serang memberikan disinsentif bagi pengusaha yang sudah terlanjur memiiki usaha peternakan di Kota Serang selama 5 tahun untuk pindah. Disinsentif juga diberikan kepada sejumlah usaha lainnya, seperti baching plan.

“Mereka diberikan toleransi sampai 5 tahun untuk bersiap pindah. Ketika selesai disinsentif harus sudah pindah,” jelasnya.

BACA JUGA: Pengusaha Ternak Ayam Diberi Waktu 5 Tahun Pindah dari Kota Serang

Sedangkan untuk kawasan industri, kata Syafrudin, akan ditempatkan di Kecamatan Walantaka dan Kasemen. “Diluar dua kecamatan itu akan menjadi kawasan perumahan atau permukiman,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin menambahkan, Perda RTRW untuk menyesuaikan sekaligus menyelaraskan dengan RTRW Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota Serang. “Tujuannya untuk pemerataan pembangunan., pertumbuhan ekonomi dan investasi. Perubahan juga tidak segnifikan, hanya Kasemen dan Walantaka dijadikan kawasan industri,” ungkapnya seraya menyebut kawasan industri juga untuk menunjang Tol Serang-Panimbang.

BACA JUGA: Sepi Peminat, SMK Prisma Kota Serang Tutup

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, Nanang Saefudin menyampaikan, pihaknya tidak mungkin mengurangi lahan pertanian yang bersifat teknis karena sudah ada SK Menteri Pertanian.

“Tetapi pada lahan kering atau tidak produktif atau lahan tidur akan disesuaikan dengan RTRW. Kementrian juga mengamanatkan harus sudah mengantisipasi perindustrian, tetapi tidak mungkin permukiman semua, tteap ada ruang terbuka hijau 20 persen serta lahan pertanian berkelanjutan tetap dipertahankan,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.