RSUD Banten Dipersiapkan untuk Menjadi Rujukan Regional

oleh -
RSUD Banten
RSUD Banten akan menjadi rumah sakit rujukan regional.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pada tahun 2020, Pemprov Banten akan mempersiapkan RSUD Banten sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan regional. Untuk menuju ke arah situ, RSUD Banten melakukan sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas penunjang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, saat ini RSUD Banten sedang proses untuk persiapan penambahan beberapa ruangan seperti, Intensive Care Unit (ICU). Bahkan pada awal bulan ini, RSUD Banten akan melaksanakan renovasi gedung.

Tidak hanya ruangan yang bertambah, Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menunjang RSUD Banten menjadi Rumah sakit rujukan Regional Banten akan ditambah sekitar 188 tenaga kesehatan baru.

“Ruang ICU tadinya hanya 6 tempat tidur kami akan jadikan 20 tempat tidur pada April nanti. Yang sekarang kami lakukan hanya renovasi sedikit. Kemudian ditambah instalasi bedah sentral yang akan kami tambah menjadi 8 ruangan,” katanya, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA:

. Dewan Kaget Kontruksi RSUD Banten Mirip Rusunawa

. BKD Bakal ‘Paksa‘ Pegawai Tugas di RSUD Aulia Pandeglang

. Rumah Sakit Menes Berubah Nama Jadi RSUD Aulia Pandeglang

Selain itu, lanjut Ati, ruang rawat inap juga akan ditambah, yang tadinya hanya 60 kapasitas, menjadi 100. Bukan saja RSUD Banten yang bertambah ruangan, Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Banten yang berada di Malingping, Kabupaten lebak juga akan bertambah ruangan dan SDM.

Tambahan itu meliputi ruangan poli yang sebelumnya menyatu dengan ruangan inap. Hal itu akan berdampak terhadap bertambahnya kamar di ruang poli. Sedangkan untuk SDM bertambah sekitar 135 beserta dokter spesialis.

“RSUD Malingping kami akan ada tambahan dan ruang poli sudah jadi yang tadinya bersatu dengan rawat inap sekarang berpisah. Otomatis kamar rawat inapnya akan bertambah karena sudah ruang polinya berpindah ke ruangan baru dan ini kami juga akan tambah SDM,” ujarnya.

Sementara itu, untuk rekrutmen tenaga kesehatan baru di dua rumah sakit milik Pemprov Bangten tersebut, Ati Pramudji Hastuti  mengatakan akan dijadwalkan pada waktu yang sama yaitu antara akhir Januari dan awal Februari. “Sekarang sedang dicari dulu pihak sewa kelolanya,” ungkapnya.

Dia berharap rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Banten memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, yang sebelumnya mendapatkan berbagai keluhan.

Direktur RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho mengatakan, sepakat dengan program Pemprov yang akan menjadikan RSUD Banten menjadi rumah sakit rujukan Regional Banten. Pihaknya sudah mempersiapkan beberapa penunjang untuk mendukung program tersebut, pihaknya juga menargetkan RSUD Banten menjadi rujukan tahun 2021.

“Kami akan mengoperasionalkan tambahan tempat tidur 157 tempat tidur pada tahun  ini memanfaatkan gedung eksisting dan menambah 248 tempat tidur di 2021 juga akan merekrut 188 tenaga kesehatan tahun ini,” katanya.

Sedangkan untuk rekrutmen tenaga kerja baru di RSUD Banten yang mencapai 188, Danang mengatakan, didominasi dari perawat dan bahkan tidak akan menerima kebidanan. Pasalnya ia mengaku sudah kelebihan bidan.

“Tidak merekrut bidan karena sudah kelebihan bidan, yang akan direkrut dokter spesialis, asisten apoteker, analisis kesehatan, teknik elekro medika dan fisikawan medis,” ujarnya.

Dan untuk rincian tenaga kerja yang akan direkrut, Danang mengaku akan segera diumumkan karena saat ini sedang dianalisis lebih detail oleh pihaknya. “Nanti diumumkan, karena sedang dianalisis lebih detail,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.