RSUD Balaraja Krisis Air Bersih

oleh -
Keluarga dan pasien yang dirawat di RSUD Balaraja.

BALARAJA,–Jajaran manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Balaraja  berharap ada instalasi air bersih perpipaan yang bisa masuk ke wilayahnya. Instalasi air bersih tersebut dibutuhkan guna menyuplai air bersih  yang dibutuhkan oleh salah satu rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tangerang ini.

 Kepala Bidang Pelayanan Medik & Keperawatan RSUD Balaraja, dr. H. Ferry Irwansyah, MARS menjelaskan, selama ini pihaknya memanfaatkan air tanah untuk berbagai kebutuhan yang dibutuhkan di rumah sakit seperti, kebutuhan pasien, operasi hingga berbagai kebutuhan lainnya. Hanya saja saat ini menurut Ferry kualitas air tanah yang ada di RSUD Balaraja semakin berkurang sehingga bisa menggangu berbagai pelayanan.

“Selain debitnya yang semakin berkurang, kualitas air tanah yang dimanfaatkan RSUD Balaraja semakin menurun sehingga butuh masuknya instalasi air bersih perpipaan dari perusahaan air minum di Kabupaten Tangerang ini,” jelas Ferry.

Menurut Ferry,  buruknya kualitas air tanah tersebut kini mulai dirasakan pihak RSUD Balaraja salah satunya terjadinya kerusakan pada beberapa alat kesehatan (Alkes) akibat dicuci dengan menggunakan air bersih yang bersumber dari air tanah.

“Banyak peralatan kesehatan kami menjadi berkarat setelah dicuci dengan menggunakan air tanah, mungkin  karena terlalu banyak mengandung zat besi,” jelas Ferry.

 Selain itu lanjut Ferry, kebutuhan akan adanya instalasi tersebut semakin besar dengan akan segera dioperasikannya gedung rawat inap baru di RSUD Balaraja yag mampu menampung lebih dari 400 pasien.  Jika ruang rawat elah dioperasikan maka tentunya kebutuhan akan air bersih akan semakin besar.

“Instalasi air bersih melalui jalur perpipaan juga tentunya bisa menjadi solusi kami untuk pemenuhan sarana air bersih jika gedung rawat inap baru kami telah dioperasikan,” jelasnya.

Menanggapi kebutuhan air bersih di RSUDBalaraja tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ahmad Supriadi mengatakan, idealnya memang Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) atau  PT Aetra harus segera memenuhi kebutuhan air yang sehat dan sesuai kualitasnya untuk setiap masyarakat termasuk untuk kebutuhan di RSUD Balaraja yang notabene merupakan failitas kesehatan masyarakat. Hanya saja dengan mahalnya investasi yang dibutuhkan, menurut politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini tentunya haru melalui tahap kajian dahulu untuk menentukan seberapa cepat hal tersebut bisa direalisasikan.

“Kita harus lihat dahulu kemampuan PDAM TKR ataupun PT Aetra untuk mengeluarkan investasi membangun jaringan perpipaan ke RSUD Balaraja serta masyarakat sekitarnya. Namun jika membangun instalasi perpipaan ke RSUD Balaraja membutuhkan biaya yang cukup besar maka investasi tersebut mungkin harus bertahap,” jelas pria yang juga aktif dalam salah satu organisasi yang memperjuangkan kepentingan buruh ini.

Untuk sementara jika instalasi perpipaan belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat maka, lanjut Supriadi, dirinya menyarankan agar pihak RSUD Balaraja mengajukan dahulu  kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk dibangunkan Instalasi Water Treatment yang dilengkapi dengan water puripier sehingga kualitas air tanah yang ada saat ini bisa ditingkatkan kualitasnya sesuai kebutuhan.

“JIka PDAM atau Atra belum maka untuk sementara ajukan pembangunan Instalasi Water Treatment,” pungkasnya. (Hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *