Ribuan Warga Penerima BPNT di Pandeglang Tak Bisa Cairkan Bantuan

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ribuan warga penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pandeglang, tidak bisa mencairkan bantuan tersebut. Hal tersebut dikarenakan  kartu BPNT yang mereka terima saldonya  banyak yang kosong, sehingga tak sedikit Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang pulang dengan tangan hampa dari e-warung yang ada di masing-masing wilayah.

Salah seorang pemilik e-warung BPNT di wilayah Kecamatan Pagelaran, Oji mengaku, banyak kartu milik KPM saat digesek saldonya kosong. Diakuinya, ada sebanyak kurang lebih 1.500 KPM yang tidak bisa mencairkan bantuan BPNT tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi yang diterimanya, bahwa data KPM BPNT sedang ada perbaikan di pusat, sehingga banyak NIK KPM yang tidak sesuai.

“Rata-rata kesalahannya dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) KPM yang tidak valid. Dampaknya saldo bantuan banyak yang kosong, sehingga sebagian KPM tidak bisa mencairkan bantuan,” ungkap Oji, Kamis (21/1/2021).

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pandeglang, Nuriah membenarkan saat ini ada ribuan data KPM BPNT yang diperbaiki. Sebab data yang digunakan dari tahun 2015 lalu, sehingga masih banyak penerima manfaat dengan NIK Kartu Tanda Penduduk (KTP) manual.

“Dari data penerima manfaat BPNT secara keseluruhan sebanyak 112 ribu lebih, yang bisa dicairkan baru sebanyak 71.046 KPM, sisanya sedang diperbaiki,” jelasnya.

Menurutnya, diketahui banyaknya KPM BPNT yang NIK nya tidak sesuai, berawal dari adanya pendataan Bantuan Sosial Tunai (BST) 2020. Namun kata dia, pihaknya sekarang terus melakukan perbaikan supaya KPM BPNT yang NIK nya tidak sesuai bisa mendapatkan lagi.

Diharapkannya, pihak Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di tiap kecamatan agar konsen dalam melakukan perbaikan data KPM yang NIK nya tidak valid tersebut.

“Dari sebanyak 35 kecamatan di Pandeglang, data KPM BPNT yang baru selesai diperbaiki itu baru di 18 kecamatan. Dan kami terus melakukan perbaikan sampai benar-benar rampung, saya harap juga TKSK terus konsen melakukan perbaikan data KPM yang tidak sesuai itu,” ujarnya. (Samsul/Hendra)

Pos terkait