Ribuan Warga Pandeglang Deklarasi Tolak RUU HIP

  • Whatsapp
tolak RUU HIP Pandeglang
Ribuan warga Pandeglang memadati Alun-Alun Menes menolak RUU HIP, Rabu (15/7/2020).

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Para tokoh ulama, kyai, santri, pemuda dan para tokoh Ormas, menggelar deklarasi pernyataan sikap menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), di Alun Alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (15/7/2020).

Pantauan Redaksi24.com sejak pukul 10:00 WIB, masa dari sejumlah daerah di Banten, mulai berdatangan memasuki dan memadati Alun – alun Menes. Deklarasi bersama tolak RUU HIP yang dilangsungkan mulai pukul 13:00 WIB itu, mengusung tema “Selamatkan Bangsa dari Bahaya Laten Komunis”.

Bacaan Lainnya

Ketua Ormas Pemuda Pancasila, Aap Aptadi dalam orasinya mengatakan, dalam menjaga keutuhan Negara yaitu dengan cara menjaga empat pilar Negara, diantaranya Pancasila sebagai dasar Negara, UUD 1945, Garuda Pancasila dan NKRI.

“Kata kunci dalam menjaga keutuhan Negara yaitu menjaga kebersamaan antara TNI, Polri, penyelenggaran negara, ulama, jawara dan seluruh komponen bangsa,” ungkap Aap dalam orasinya.

BACA JUGA: Coklit Data Pemilih, KPU Pandeglang Kerahkan 2.242 Petugas PDP

Aap Aptadi menceritakan, gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang paling besar di Jawa Barat pada tahun 1926 dilakukan di Kecamatan Menes. Karena pada masa itu Menes menjadi pusat gerakan PKI.

Tapi pada waktu itu, PKI tidak merongrong Pancasila dan NKRI, karena musuh PKI hanya ada tiga pada waktu itu yakni, imorialis, kapitalis dan kaum borjuis. Dan setelah itu, PKI dibubarkan.

“Sekarang apakah PKI ini masih ada,? Tidak ada, yang ada adalah Balakon (bahaya laten komunis). Maka dari itu, dalam menghadapi PKI kita tidak kenal siapa tokohnya dan ini bahaya bagi ideologi Negara,” katanya.

Ketua Pemuda Muhamadiyah Pandeglang, Ilma Fatwa mengatakan, RUU HIP yang akan dibahas DPR RI menjadi kehawatiran ada upaya penghapusan Tap MPRS Nomor 25 Tahun 48 terkait pembubaran dan pelarangan PKI.

“Memang benar sekarang ini secara partai PKI tidak ada. Tapi yang perlu diwaspadai orang perorang dan bahaya latennya, seprti bagaimana cara-cara dan gaya-gaya PKI yang dulu digunakan kemudian diadopsi pada jaman sekarang ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Polisi Buru Panitia Santunan yang Menelantarkan Ribuan Anak Yatim di Labuan Pandeglang

Ditambahkannya, seperti yang diamati sekarang ini beberapa kesemrawutan bangsa sekarang juga diantaranya dilakukan dengan gaya-gaya PKI. Contohnya, bagaimana dengan mudahnya Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia, kemudian kriminalisasi terhadap ulama.

“Jadi pada intinya deklarasi yang dilakukan sekarang ini menolak komunis dan segala bentuk ideologi yang berniat mengganti Pancasila,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.