Ribuan Warga Banten Tolak RUU HIP

  • Whatsapp
warga banten tolak RUU HIP
Ribuan warga Banten dari berbagai ormas menggelar aksi penolakan terhadap RUU HIP.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sekitar 1.500 massa dari organisasi masyarakat (Ormas) di Banten menyatakan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Halauan Ideologi Pancasila (HIP). Mereka menuntut diadilinya inisiator dibalik RUU HIP tersebut karena dinilai sebagai pengkhianat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koordinator Aksi Bela Islam Bela NKRI Tolak RUU HIP, Enting Abdul Karim, mengatakan, penolakan ribuan warga Banten tersebut merupakan hasil analisa yang menyimpulkan bahwa RUU HIP keluar dari dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.

Bacaan Lainnya

“Kami menolak bukan serta merta menolak tapi melalui analisa. Beberapa pasal dalam RUU HIP itu keluar dari dasar negara kita yaitu Pancasila. Jelas sekali dari 5 sila menjadi trisila, dari trisila menjadi ekasila,” katanya kepada wartawan disela aksi di halaman Masjid Agung Banten Lama, Jum’at (26/6/2020).

BACA JUGA: Ulama Kota Serang Menolak Rapid Test Covid-19, Juga Tolak RUU HIP

RUU HIP, kata dia, merupakan faham Nasakom yang tidak boleh ada di Indonesia, sesuai dengan Tap MPRS No 25 tahun 1966 yang menegaskan komunisme, markisme dan leninisme tidak boleh hidup di Indonesia.

Menurutnya, Partai Komunis Indonesia (PKI) secara partai memang sudah tidak ada, namun secara ideologi akan terus berkembang dan harus tetap diwaspadai. “Hasil analisa ini akan kami kirim ke DPR RI, kami minta DPR RI tidak perlu membahas RUU HIP, sebaliknya usut tuntas inisiator dibalik RUU HIP itu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Polda Metro Belum Terima Laporan Soal Pembakaran Bendera PDIP

Inisiator RUU HIP, lanjut Enting, sudah masuk kategori penghianat bangsa. Dia berharap aparat berwenang mengusut tuntas inisiatornya dan harus diseret ke jalur hukum. Enting mengancam akan mengerahkan massa lebih besar ke Jakarta jika DPR RI tetap membahas RUU HIP.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.