Ribuan Obat Keras Yang Akan Diedarkan Malam Pergantian Tahun Baru 2021 Disita Polsek Cipondoh

  • Whatsapp
Ribuan obat keras yang disita Polsek Cipondoh.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Ribuan butir obat keras yang akan diedarkan pada malam pergantian tahun baru 2021, digrebek Polsek Cipondoh dari sebuah rumah yang dijadikan gudang untuk menyimpan barang tersebut di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan  Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Dalam penggerebekan itu, petugas hanya menangkap dua orang karyawan yang sedang berada di lokasi, sedangkan pemilik dari barang tersebut berhasil melarikan diri.

Bacaan Lainnya

” kedua orang yang kami tangkap adalah, KR dan NR. Mereka karyawan yang sudah dua tahun bekerja di gudang tersebut. Sedangkan SB, pemilik barang itu berhasil melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Cipondoh,” kata Kapolsek Cipondoh, Ajun Komisaris Polisi, Maulana Mukarom di Polsek Cipondoh, Senin (21/12/2020).

Kapolsek menjelaskan, penggerebekan dan penangkapan terhadap dua orang jaringan obat-obatan ilegal tersebut, berawal dari informasi masyarakat, bahwa di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang  marak peredaran obat-obatan keras.

BACA JUGA: Jual Obat Keras, Dua Pemilik Toko Kosmetik di Cipondoh Dibekuk

Setelah dilakukan penyelidikan, kata dia, petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka yang kedapatan membawa dua dus berisi sebanyak 48 ribu butir obat hexymer.

Begitu dikembangkan ke rumah SB di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, tepatnya depan Rumah Sakit Muhammadiyah, pemilik rumah tersebut melarikan diri.

” Saat kami grebek, pemilik barang itu sudah tidak ada di tempat dan masih dalam pengejaran petugas,” kata Kapolsek.

Namun, kata dia, dari rumah itu pihaknya menyita kembali sebanyak 243 pack obat yang berisi sebanyak 35.750 butir obat tramadol. ” Nilai total obat-obatan itu mencapai Rp200 juta,” kata Kapolsek.

BACA JUGA: 13 Tersangka Penjual Obat Keras Tanpa Izin Dengan Omset Rp1,2 Juta Perhari Diringkus Polresta Tangerang

Jaringan itu, tambahnya, sudah dua tahun lebih menjalankan usaha gelapnya dengan cara memasarkan obat-obatan tersebut di wilayah Tangerang dan Bogor.  Dan ribuan obat-obatan itu, sengaja mereka simpan untuk dipasarkan menjelang pergantian tahun baru 2021.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 197 sub Pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009, tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.