Ribuan Lembar STNK dan SIM Bakal Dimusnahkan

oleh -
Ribuan Lembar STNK dan SIM Bakal Dimusnahkan kejari bogor pelanggar lalu lintas
KOTA BOGOR, REDAKSI24.COM – Sedikitnya 3.626 berkas pelanggar lalu lintas pada tahun ini tercatat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, Jawa Barat. Ribuan berkas berupa surat kendaraan dan izin mengemudi (STNK dan SIM) hasil tilang itu, rencananya akan dimusnahkan.

KOTA BOGOR, REDAKSI24.COM – Sedikitnya 3.626 berkas pelanggar lalu lintas pada tahun ini tercatat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, Jawa Barat. Ribuan berkas berupa surat kendaraan dan izin mengemudi (STNK dan SIM) hasil tilang itu, rencananya akan dimusnahkan.

Pemusnahan 3.626 berkas tersebut dilakukan lantaran para pelanggar lalu lintas hingga saat ini belum mengambil atau menebus berkas-berkasnya.

Kasi Pidum Kejari Kota Bogor, Riyadi Setiadi mengakui saat ini terjadi penumpukan berkas pelanggaran lalu lintas di Kejari Kota Bogor.

Hal itu terjadi karena pelanggar menunda pengambilan berkas dalam waktu yang lama, bahkan ada juga berkas yang sudah bertahun-tahun tapi tak kunjung ditebus pemiliknya.

Selain itu, ada juga pelanggar yang sengaja tidak mengambil SIM yang ditahan, karena masa aktifnya akan segera habis.

“Berkas STNK dan SIM banyak yang belum diambil pemiliknya. Bahkan ada yang bertahun-tahun,” katanya, Jumat (13/8/2021).

BACA JUGA: Polres Metro Tangerang Musnahkan Ribuan Butir Ekstasi, Ganja dan Sabu

Riyadi Setiadi mengungkapkan, dari total 3.626 berkas pelanggar yang belum diambil pemiliknya, potensi pendapatan untuk negara jika ditotal mencapai Rp214 juta. Sedangkan biaya penanganan perkaranya Rp3 juta.

Ia mengimbau masyarakat yang melanggar lalulintas segera mendatangi Kantor Kejari Kota Bogor. Untuk kemudian mengambil berkas-berkasnya. Baik itu STNK maupun SIM yang ditahan.

Apabila dalam waktu empat bulan para pemilik berkas tidak kunjung menebusnya, Riyadi menyatakan, pihaknya berhak memusnahkan berkas-berkas tersebut.

“Rencananya pada Desember akan kami musnahkan. Kami imbau masyarakat untuk menebus SIM dan STNK-nya yang ditilang,” ujarnya.

Pemusnahan tersebut sejalan dengan surat tentang ketetapan gugurnya/hapusnya wewenang mengeksekusi sesuai format P-49, Keputusan Kejaksaan Agung RI Nomor: 132/J.A/11/1994 tentang administrasi perkara pidana, Vide pasal 84 ayat (1) dan (2) KUHP mengenai gugurnya/hapusnya wewenang Jaksa untuk mengeksekusi perkara gugur karena daluwarsa.

“Saya imbau kembali agar pelanggar yang tilang pada periode pelanggaran lalulintas tilang periode tahun 2019 untuk dapat segera menyelesaikan pembayaran denda dan pengambilan barang bukti,” katanya.

Riyadi juga menginformasi besaran denda tilang dapat diakses melalui https://tilang.kejaksaan.go.id/. Sementara pembayarannya bisa dilakukan melalui bank atau market place.(siberindo/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.