Resmi, Mulai 1 Januari 2020 Iuran BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat

  • Whatsapp
Ilustrasi BPJS Kesehatan
Ilustrasi BPJS Kesehatan.

JAKARTA,REDAKSI24.COM—Mulai 1 Januari 2020 mendatang, iuran Badan Penyeleggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan naik hingga 2 kali lipat. Hal tersebut seiring dengan ditanda tanganinya Peraturan Presiden (Perpres) 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan yang diteken kepala negara pada 24 Oktober 2019 lalu dan berlaku sejak tanggal yang sama oleh Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi ini.

“Bahwa untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan program jaminan kesehatan, perlu dilakukan penyesuaian beberapa ketentuan dalam Perpres 82/2019 tentang Jaminan Kesehatan,” tulis Jokowi dalam pertimbangan Perpres tersebut, dikutip Rabu (30/10/2019).

Bacaan Lainnya

Dalam pasal 29 Perpres tersebut, disebutkan bahwa iuran peserta penerima bantuan iuran (PBI) meningkat menjadi Rp 42 ribu dari sebelumnya Rp 25.500. Adapun kenaikan iuran yang berasal dari anggaran pemerintah ini berlaku surut pada 1 Agustus 2019.

Sementara itu, pasal 34 beleid tersebut menyebutkan iuran peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas III meningkat menjadi 42 ribu dari sebelumnya Rp 25.500.

Adapun iuran peserta atau mandiri kelas II akan meningkat menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya Rp 51 ribu. Sementara itu, iuran peserta kelas 1 akan naik menjadi Rp 160 ribu dari yang sebelumnya Rp 80 ribu.

“Besaran iuran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 [pasal 34] mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2020,” seperti yang tertulis dalam beleid aturan tersebut.

Sementara itu Menteri Kesahatan RI, Terawan Agus Putranto, memastikan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut akan sejalan dengan perbaikan dan pembenahan layanan rumah sakit. Selain itu kenaikan iuran juga diharapkan mampu menutupi defisit yang dialami BPJS Kesehatan.

“Lho iya jelas, masa naik tok nggak pakai pembenahan. Pasti naik dan dibenahi,” terang Terawan saat dijumpai di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Ia menambahkan selama keuangan rumah sakit baik maka mereka akan melakukan perbaikan yang disesuaikan dengan kemampuan tiap RS.

“Harapan saya itu mampu menutup defisit BPJS Kesehatan, sehingga kami tinggal memperbaiki tata kelolanya, sehingga itu bisa tidak terjadi defisit lagi di kemudian hari yang akan merugikan masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Berikut daftar iuran BPJS Kesehatan yang berlaku pada 1 Januari 2020:

  1. PBI pusat dan daerah Rp 42.000 dari Rp 23.000 per bulan per jiwa
  2. Kelas I menjadi Rp 160.000 dari Rp 80.000 per bulan per jiwa
  3. Kelas II menjadi Rp 110.000 dari Rp 51.000 per bulan per jiwa
  4. Kelas III menjadi Rp 42.000 dari Rp 25.500 per bulan per jiwa.(Hdr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.