Relokasi SD Tergusur Proyek Tol Serang-Panimbang Lamban

  • Whatsapp
Pattiro mendesak penanggungjawab proyek Tol Serang-Panimbang untuk segera merelokasi empat SD di Kabupaten Serang, Banten yang tergusur tol.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang dimulai sejak Februari 2017,  berdampak pada tergusurnya sejumlah gedung sekolah dasar (SD) di Kabupaten Serang yang dilalui proyek jalan bebas hambatan tersebut.

Sekolah-sekolah yang tergusur Tol Serang-Panimbang diantaranya, SDN Cilayangguha, SDN Inpres, SDN Seba yang berada di Kecamatan Cikeusal, dan SDN Cipete yang berada di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Bacaan Lainnya

Keempat sekolah tersebut masuk dalam katagori sekolah yang akan direlokasi lantaran lahannya terkena proyek Tol Serang-Panimbang. Namun hingga saat ini, proses relokasi belum bisa dipastikan. Padahal pembebasan lahan untuk proyek Tol Serang-Panimbang ditargetkan selesai pada November 2019.

Agung, salah satu guru SDN Inpres Kabupaten Serang dalam konferensi pres bersama Pattiro, Kamis (19/9/2019) mengungkapkan,  aktivitas proyek tol mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya. Aktivitas alat berat  menyebabkan getaran pada gedung sekolah.

“Kalau sudah begitu kegiatan belajar mengajar terpaksa pindah keluar kelas, karena bangunan sekolah bergetar, khawatir roboh,” kata Agung.

BACA JUGA:

. Tol Serang-Panimbang Seksi I Ditargetkan Selesai Akhir 2019

. Lahannya Diserobot Proyek Tol Serang-Panimbang, Puluhan Warga Ngadu ke Dewan

. Proyek Tol Serang-Panimbang Distop Warga Lebak

Bahkan Agung menduga proyek tol telah mengakibatkan keringnya sumber air di skitar sekolah. Sehingga pihak sekolah menginisiasi murid untuk membawa air dari rumah menggunakan botol bekas air mineral.

Ketidakpastian relokasi, kata Agung,  juga mengakibatkan banyaknya murid yang pindah sekolah. Sejauh ini yang sudah 6 murid yang pindah dari SDN Inpres. Sedangkan di SDN Cilayangguha,  sebanyak 5 muridnya pindah sekolah.

“Selain itu program kerja sekolah juga terhambat. Akreditasi terkatung katung, karena ketidakpasatian sarana prasarana, teurtama gedung,” ujarnya.

Kordinator Pattiro Banten, Amin Rohani mengatakan, pada Juni 2019 pihaknya telah menggelar dialog dengan pihak terkait, salah saunya penaggung jawab pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang, mengenai kepastian relokasi empat SD tersebut.

“Penanggungjawab pembebasan lahan menargetkan relokasi selesai pada akhir tahun ini. Tapi saat ini prosesnya baru sampai pengukuran tanah dan bangunan sekolah yang tergusur,” ujarnya.

Pattiro menilai pihak badan usaha pembangunan tol tersebut lamban dalam proses relokasi sekolah. Selain itu, lemahnya dukungan dari Pemkab Serang untuk segera memindahkan keempat sekolah yang tergusur Tol Serang-Panimbang tersebut.

“Kami minta penanggungjawab tol segera merelokasi empat sekolah tersebut. Proses pembebasan lahan juga harus transparan, jangan sampai ada pihak yang memanfaatkannya sehingga menghambat relokasi,” ujarnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.