Rektor UMJ Ciputat Positif Covid-19, Kondisi Kesehatannya Sempat Melemah

  • Whatsapp
Covid-19
Ilustrasi Covid-19.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Kasus positif Covid-19 di Kota Tangerang Selatan terus bertambah, bahkan ada kluster baru penyebaran virus yakni kluster Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Cireundeu Ciputat Timur lantaran sang rektor positif Covid-19.

Kabar tersebut, dibenarkan oleh Humas UMJ Ciputat Emsu. Menurutnya, rektor UMJ Syaiful Bakhri ditetapkan positif Covid-19 sejak awal Agustus lalu setelah melakukan pemeriksaan kesehatan di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Iya, positif Covid. Tapi tahu positifnya setelah periksa dari rumah sakit, kurang fit, kurang sehat badanya dan berobat ke rumah sakit ternyata positif. Beliau ditetapkan positif setelah lebaran Idul Adha atau awal Agustus,” kata Emsu saat dikonfirmasi melalui panggilan WhastApp, Kamis (13/8/2020).

Soal riwayat perjalannya, Emsu menerangkan, sebelum dinyatakan positif Covid-19 diketahui pimpinannya tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. “Enggak kemana-mana di Jakarta doang, karena enggak ada rapat ke luar daerah. Enggak ada rapat terbuka di dalam ruangan, semua rapat dilakukan online,” terangnya.

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis

Dia menyebut, saat awal dinyatakan positif Covid-19 kondisi kesehatan Syaiful sempat melemah dan alami demam. “Kondisi awal memang sempat melemah, tapi sekarang sudah membaik,” tambah Emsu.

Setelah dinyatakan positif, Rektor UMJ Syaiful menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta selama 14 hari. Saat ini, diklaim kondisinya sudah membaik dan sedang dalam proses pemulihan.

“Saat ini masih proses pemulihan dan masa perawatan 14 harinya sudah mau mau selesai. Sudah ada komunikasi secara terbuka juga melalui online. Kalau nama rumah sakitnya enggak usah disebut lah, pokoknya di Jakarta,” ungkap Emsu.

BACA JUGA: Ada Transmisi Impor Kasus Covid-19 di Tangsel, Walikota Airin Sebut SIKM Tidak Efektif

Setelah rektornya diketahui positif Covid-19, pihak UMJ kemudian melakukan rapid test kepada seluruh pegawai rektorat yang diperkirakan mencapai 300 orang itu.

“Semua pegawai sudah dirapid test dan begitu pun pegawai yang sempat berinteraksi dekat dengan bapak sudah di swab test. Hasilnya semua negatif. Kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di dalam atau pun ruangan serta seluruh sarana prasarana di lingkungan rektorat,” tuturnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.