Rekor Baru Pilkada, Calon Independen Tersangka Manipulasi Dukungan

  • Whatsapp
Gakkumdu Bawaslu Provinsi Bengkulu

BENGKULU, REDAKSI24.COM—Ini terjadi di Bengkulu yang mencatat rekor baru dalam  perhelatan Pilkada 2020 dimana satu pasang bakal calon  jalur independen  di tetapkan sebagai tersangka atas dugaan manipulasi dukungan berupa pencatutan nama pendukung.

Tepatnya itu terjadi di dalam tahapan Pilkada Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu tahun 2020. Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu, Halid Saifullah, menyebutkan, penetapan tersangka pasangan balon Bupati-Wakil Bupati Rejang Lebong  jalur independen (perseorangan) atas nama Syamsul Efendi-Hendra Wahyudiansyah, dilakukan pihak kepolisian setempat.

Bacaan Lainnya

Menurut Halid, penetapan tersangka pasangan balon independen itu berawal dari adanya laporan masyarakat mengenai dugaan pencatutan nama dukungan untuk calon perseorangan dalam Pilkada Kabupaten Rejang Lebong 2020.

BACA JUGA:Utus 2 Petugas Penghubung, Bapaslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Cilegon Lukman-Nasir Dinilai Langgar PKPU

“Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan dan sudah ditetapkan tersangkanya. Saya kira ini pertama terjadi di Indonesia sepanjang penyelenggaraan perhelatan  Pilkada 2020,”ujarnya di Bengkulu, Rabu (22/07/2020)

Pemeriksaan kasus itu, menurut dia, merupakan yang kedua kalinya setelah pemeriksaan dengan kasus yang sama sebelumnya. Dijelaskan, pemeriksaan pertama yang dihentikan tersebut karena masih terdapat perbedaan penafsiran pemenuhan unsur pidana terkait pasal yang disangkakan yakni pasal 185 A UU Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota.

Pemeriksaan pertama yang dihentikan itu saat berlangsung tahapan verifikasi administrasi di KPU Rejang Lebong terhadap pasangan bakal calon yang maju melalui jalur perseorangan. Sedangkan pemeriksaan tahap kedua yang perkaranya saat ini naik ke tahap penyidikan yaitu pada tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan.

BACA JUGA:KPU Kota Tangsel Coklit Pimpinan KPK dan Hakim MK

“Kasus ini pertama dilaporkan ke kepolisian, kemudian oleh kepolisian didorong ke Gakkumdu dan setelah diskusi panjang akhirnya digunakan pasal 184 juncto pasal 81 dengan pendekatan pada syarat-syarat pencalonan dan ini akhirnya naik ke penyidikan,”tutur Halid.

Sebelumnya, pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah telah mendaftarkan praperadilan terhadap penetapan tersangka atas dugaan pencatutan nama pada syarat dukungan bakal calon perseorangan ke Pengadilan Negeri Curup.

Menurut Halid, pihaknya juga menghormati upaya hukum praperadilan yang diajukan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah ke pengadilan negeri setempat sebagai langkah langkah konstitusional yang diberikan oleh undang-undang.

BACA JUGA:Seorang Petugas KPU Pandeglang Yang Dinyatakan Reaktif Covid-19 Masih Jalani Isolasi Mandiri

Humas Pengadilan Negeri Curup Riswan Herafiansyah membenarkan adanya pendaftaran praperadilan yang diajukan tim penasihat hukum Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah dan telah diregister. Kata Riswan, Ketua Pengadilan Negeri Curup telah menunjuk hakim tunggal Ari Kurniawa sebagai hakim yang akan menangani perkara tersebut, dibantu panitera pengganti AK Bagus dengan agenda sidang pertama dilaksanakan pada hari Rabu 28 Juli 2020.
(Carminanda/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.