,

Reformasi Birokrasi, Menpan RB Pangkas 39 Ribu Jabatan Administrasi

oleh -
tjahjo kumolo,menpan rb,reformasi birokrasi,asn,jabatan administrasi
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo melakukan penyederhanaan birokrasi, dengan memangkas 39 ribu jabatan administrasi dan mengalihkannya menjadi jabatan fungsional.

Hingga Februari 2021 sekitar 90 persen jabatan administrasi setingkat eselon III dan IV itu, dialihkan ke jabatan fungsional.

“Sebagai bentuk penyederhanaan, jabatan administrasi itu dialihkan ke jabatan fungsional,” ungkap Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Menpan RB memimpin rapat koordinasi penyederhanaan birokrasi dan pengadaan calon pegawai ASN tahun 2021 bersama sekretaris jenderal, sekretaris utama, sekretaris daerah provinsi dan sekretaris daerah kabupaten/kota.

Rapat yang keempat kalinya itu untuk memastikan visi dan persepsi yang sama dalam menjabarkan arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Menurut Tjahjo arahan Presiden terkait penyederhanaan organisasi, yakni menyederhanakan birokrasi pemerintahan menjadi dua level dan mengoptimalkan peran jabatan fungsional.

Langkah reformasi birokrasi itu dimaksudkan, untuk memangkas rangkaian hirarki pengambilan keputusan yang terlalu panjang, sehingga menghambat proses pelayanan publik.

Juga diharapkan akan berdampak pada peningkatan kinerja birokrasi, termasuk upaya untuk membuat birokrasi menjadi lebih gesit, dinamis, dan mudah melakukan penyesuaian.

Tjahjo menyatakan proses penyederhanaan birokrasi dilakukan melalui proses penyederhanaan struktur organisasi.

Kendati demikian, kata Tjahjo, penyederhanaan birokrasi itu tidak dengan serta merta memindahkan kewenangan dalam jabatan struktural ke jabatan fungsional, tetapi dengan pertimbangan yang matang.

“Menjaga agar di satu pihak ASN yang dialihkan tidak dirugikan. Tetapi di lain pihak ASN yang dialihkan juga harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, yang berlaku dalam jabatan fungsional,” ujar Tjahjo.

Penyelesaian penyederhanaan birokrasi di tingkat pusat semula ditargetkan selesai pada 30 Juni 2020. Namun target itu dimundurkan menjadi 31 Desember 2020.

Lantaran proses penyederhanaan organisasi, menurut Tjahjo,  memerlukan waktu dan pertimbangan yang matang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Tjahjo berharap pemerintah daerah dapat menyesuaikan diri dengan target penyederhanaan birokrasi tersebut. (Fauzi/Ant/ejp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.