Saat Refleksi Akhir Tahun, Dinsos Kabupaten Tangerang Mendapat Beberapa Kritikan

  • Whatsapp
Dinsos Kabupaten Tangerang
Dinsos Kabupaten Tangerang gelar refleksi akhir tahun.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM- Langkah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang melakukan refleksi akhir tahun dan menggelar dialog publik mendapat kritikan dari beberapa unsur masyarakat.

Seperti yang dikatakan oleh Direktur BPU Ahmad Subadri. Ia  menyoroti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang  bekerja tepat sasaran, jumlah dan waktu, namun gajinya masih dibawah UMR. 

Bacaan Lainnya

“Mereka para pendamping PKH sudah kerja tepat sasaran, jumlah dan waktu, tapi mengapa gajinya dibawah UMR. Bahkan belakangan ini mereka mendapat tekanan dari berbagai pihak dan diperiksa oleh kejaksaan. Saya tegaskan jangan takut, kalau memang kita tidak salah,” kata Badri yang hadir di acara tersebut di Tigaraksa, Rabu (30/12/2020)

Mantan anggota DPD RI dua periode itu juga meminta terhadap SKPD yang  lain agar mencontoh Dinsos yang berani menggelar kegiatan refleksi akhir tahun seperti ini. Sehingga apa yang telah mereka kerjakan bisa dibahas bersama untuk menuju sesuatu yang lebih baik.

” Kegiatan seperti ini juga harus dilakukan oleh SKPD yang lain,” kata Badri.

Sementara itu Kadinsos Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengucapkan terima kasihnya atas masukan yang telah disampaikan. Bahkan ia berjanji akan menggelar kegiatan seperti itu secara rutin. ” Ya kalau bisa jangan tunggu akhir tahun, bisa di pertengahan atau berapa bulan sekali,” kata Kadinsos.

Pasalnya, kata dia, dalam kegiatan refleksi yang diisi dengan dialog tersebut, dapat menyerap semua aspirasi, masukan maupun kritikan dari para peserta. Seperti yang disampaikan oleh Direktur BPU Ahmad Subadri yang menyoroti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah bekerja harus tepat sasaran,jumlah dan waktu. Namun, msh digaji dibawah UMR. 

Hal itu juga diamini oleh para koordinator PKH, seperti yang diutarakan Nadar dan Rita. “Semoga peran serta perusahaan seperti BPU  yang membuka Warung Ketahanan Pangan Online Offline (Wakepo) dan dompet dhuafa yang bekerjasama dengan PKH dapat diikuti perusahaan lain, agar pengentasan kemiskinan dapat terlaksana dengan cepat,” tandas Nadar. (Ardhy/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.