Ratusan Rumah Warga Pandeglang Terendam Banjir

  • Whatsapp
banjir, curah hujan, kecamatan patia, pandeglang, warga pandeglang,
Banjir melanda pemukiman warga di Kecamatan Patia, Pandeglang.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ratusan rumah warga di sejumlah desa Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam banjir. Bencana alam yang melanda permukiman warga di kecamatan tersebut akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak kemarin malam.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 250 rumah warga terendam banjir. Bencana alam itu melanda enam desa di Kecamatan Patia, diantaranya Desa Idaman, Cimoyan, Ciawi, Surianeun, Rahayu, Patia dan Babakankeusik.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Ilman mengakui, desanya tengah dilanda banjir. “Pantauan sementara ada sebanyak 250 rumah yang dilanda banjir. Ketinggian air setinggi 30 sampai 50 centimeter,” ungkap Ilman, Kamis (3/12/2020) malam.

Selain desanya, menurut Ilman, beberapa desa tetangga juga terendam banjir. Ia menyebut, banjir yang saat ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak kemarin.

“Selain ratusan rumah warga yang terkena dmapak banjir, ratusan hektar sawah dan sejumlah akses jalan juga terendam,” katanya.

BACA JUGA: Puluhan Hektar Tanaman Padi di Pandeglang Terancam Gagal Tanam

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) 5 Taruna Siaga Becana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Eli Supriadi menjelaskan, ada sebanyak 5 kecamatan di Pandeglang yang dilanda banjir, diantaranya, Kecamatan Patia, Sukaresmi, Munjul, Bojong dan Cikedal.

“Banjir diakibatkan hujan lebat ditambah selokan di perkampungan tersendat. Akibatnya air hujan meluap dan merendam sebagian pemukiman warga,” ujarnya.

Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Ade Mulayana menegaskan, banjir yang melanda 5 kecamatan umumnya merenam jalan dan pesawahan.

“Sementara ini ada yang sudah surut dan ada juga yang baru naik airnya ke perkampungan seperti di Kampung Tajur, Kecamatan Patia, 100 rumah dan Sidang Rahayu 70 rumah,” tuturnya.

Dalam bencana itu dia memastikan tidak ada korban jiwa dan warga masih memilih bertahan di rumhanya masing-masing. Sebab, banjir yang melanda tidak terlalu tinggi dan tidak membahayakan.

“Warga enggan mengungsi, dan lebih memilih bertahan di rumah masing-masing,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.